Kunjungan Lukashenko ke Istana Merdeka Disambut Puluhan Siswa
Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko tiba di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026, dan disambut meriah oleh puluhan siswa sekolah dasar.
Sambutan di Istana Merdeka
Ketibaan Presiden Lukashenko disambut puluhan siswa-siswi yang mengenakan seragam. Para siswa melambaikan bendera Merah Putih kecil dengan antusias, sementara pasukan jajar kehormatan berdiri rapi di lapangan.
Setibanya, Lukashenko turun dari mobil dan menyaksikan tari tradisional Kalimantan Timur, Tari Enggang, sebagai bagian dari prosesi penyambutan. Kemudian ia menaiki anak tangga Istana Merdeka dan bertemu langsung dengan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Upacara Negara dan Protokol
Upacara penyambutan berlangsung singkat namun formal. Lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya, serta lagu kebangsaan Belarus diperdengarkan dalam prosesi tersebut. Setelah itu, Lukashenko diminta menandatangani buku tamu Istana.
Pembicaraan Bilateral
Setelah seremonial, Presiden Prabowo dan Lukashenko berjalan bersama menuju ruang pertemuan untuk membahas kerja sama bilateral. Mereka sepakat meningkatkan kolaborasi pada bidang ekonomi, pertanian, ketahanan pangan, dan teknologi.
Diskusi tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk mempererat hubungan di kawasan Eurasia, dengan Belarus sebagai mitra strategis Indonesia dalam Uni Ekonomi Eurasia.
Latar Belakang Kerja Sama
Hubungan Indonesia dan Belarus diperkuat setelah penandatanganan Indonesia-EAEU Free Trade Agreement pada Desember 2025. Perjanjian itu membuka peluang ekspansi perdagangan dan investasi antara kedua belah pihak.
Dalam konteks ini, kunjungan Lukashenko dimaknai sebagai langkah konsolidasi implementasi kerja sama ekonomi dan diversifikasi sumber pasokan pangan serta teknologi.
Kedatangan Awal dan Rangkaian Kunjungan
Presiden Lukashenko mendarat lebih dahulu di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu, 1 Juli 2026. Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, menyambut kedatangannya di pangkalan udara sebelum rangkaian kunjungan kenegaraan dilanjutkan ke Istana Merdeka.
Perjumpaan kedua pemimpin dipandang penting untuk mempercepat langkah konkret kerja sama, termasuk implementasi perjanjian perdagangan dan inisiatif bersama pada ketahanan pangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PPPA Dorong Transformasi Digital Pendidikan demi Perlindungan Anak
Kementerian PPPA mendorong transformasi digital pendidikan untuk layanan belajar berkualitas dan perlindunga...
Enam Karya Sastra Klasik Indonesia Tampil di Abu Dhabi 2026
Kementerian Kebudayaan membawa enam karya sastra klasik berbahasa Inggris ke Abu Dhabi International Book Fa...
Legislator Minta Kedaulatan Energi Listrik di Daerah Batubara
Syarif Fasha mendesak pemerintah wujudkan kedaulatan energi listrik di daerah penghasil batubara seperti Jam...
Survei: Lagu Viral Pengaruhi Persepsi Publik terhadap Bahlil dan Golkar
Survei Citra Institute: lagu "Mas Bahlil Ganteng" mengubah sentimen publik—Bahlil turun ke 70% sedangkan Gol...
Kepala BPOM Minta Dukungan PANRB Perkuat Layanan di MPP
Kepala BPOM Taruna Ikrar minta dukungan PANRB untuk perkuat layanan BPOM di 141 MPP guna atasi isu SDM, orga...
Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap Korban Bencana di Sumatra
Pemerintah percepat pembangunan hunian tetap untuk korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar; usulkan kenaik...