RRI Gelar UKWR: Dorong Jurnalis Adaptif di Era Disrupsi Digital
LPP RRI menggelar Uji Kompetensi Wartawan RRI (UKWR) di Jakarta pada Rabu, 19 Agustus 2026. Acara diselenggarakan Korwilnus XIII Jakarta bersama Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) RRI untuk mendorong jurnalis memperbarui kompetensi menghadapi disrupsi digital.
Tantangan disrupsi dan pergeseran audiens
Direktur Utama LPP RRI, Dr. I. Hendrasmo, menilai media konvensional menghadapi tekanan akibat perkembangan teknologi dan perubahan lanskap media. Menurutnya, audiens bergerak dari media mainstream ke berbagai platform digital, sehingga RRI harus memahami pergeseran ini agar tetap relevan.
Hendrasmo mengingatkan bahwa disrupsi didorong oleh teknologi dan bersifat fluktuatif. Ia mengatakan perubahan tidak bisa sepenuhnya diprediksi, namun dampaknya bisa disiasati melalui peningkatan kapasitas jurnalis.
Menjaga kualitas jurnalistik di tengah konten instan
Hendrasmo menekankan persaingan memperebutkan perhatian publik tidak boleh mengorbankan standar jurnalistik. Karya jurnalistik menurutnya harus tidak hanya diproduksi, tetapi juga bernilai dan berdampak bagi masyarakat.
Ia menyoroti kebutuhan membuat konten yang menarik agar informasi penting dapat menyentuh publik. Tanpa daya tarik, informasi sulit memberikan efek yang diharapkan.
“Kita harus membuat karya yang menarik karena tidak ada gunanya membuat konten, tetapi tidak berhasil menggaet atensi publik,” ujar Hendrasmo.
Perkuat verifikasi, editorial, dan etika
Salah satu tantangan besar saat ini adalah meningkatnya hoaks, disinformasi, dan misinformasi dalam arus informasi digital. Hendrasmo menyebutkan penguatan kemampuan verifikasi menjadi prioritas agar RRI tetap menjadi rujukan informasi masyarakat.
“Tantangan utama yang dihadapi oleh media, baik media global, media nasional, oleh RRI, adalah hoax yang semakin banyak. Inilah yang akan kita terapi dengan menjalankan uji kompetensi,” tuturnya.
Selain verifikasi, Hendrasmo menekankan penguatan kemampuan editorial, rekonstruksi peristiwa dalam jurnalisme, dan penegakan etika. Semua aspek itu harus berjalan beriringan untuk menghasilkan karya yang kredibel.
Harapan dari UKWR dan arah pengembangan kompetensi
Hendrasmo berharap UKWR menjadi pemantik bagi jurnalis RRI untuk terus meningkatkan kemampuan profesional. Ia mendorong para penguji untuk membimbing peserta menuju karya yang bermutu dan mampu menarik perhatian publik.
Menurut Hendrasmo, jurnalis perlu memilih fakta yang penting, terbaru, dan berdampak positif untuk dipublikasikan. Kompetensi, profesionalisme, standar etik, dan estetika harus dijaga bersama agar karya RRI tetap relevan dan berdampak.
Dengan demikian, UKWR diharapkan tidak sekadar penilaian teknis, melainkan juga langkah strategis memperkuat posisi RRI di tengah dinamika media digital.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wamendikdasmen Tekankan Motivasi dan Pendampingan PJJ di Gorontalo
Wamendikdasmen tinjau PJJ di SMAN 1 Gorontalo, menekankan motivasi, pendampingan keluarga, dan pertemuan lur...
RRI Siapkan Jurnalis Hadapi Migrasi Audiens lewat UKWR ke-54
RRI gelar UKWR ke-54 (19-20 Agustus 2026) untuk meningkatkan kompetensi jurnalis dan menanggapi migrasi audi...
Wamendikdasmen Tinjau PJJ di Gorontalo: Pastikan Anak Tetap Belajar
Wamendikdasmen tinjau PJJ di Gorontalo untuk memastikan anak ATS mendapat pendampingan, motivasi, dan layana...
Gempa M7,7 Guncang NTT: Empat Pasar Rusak dan Rantai Pasok Terganggu
Gempa M7,7 di NTT pada 15 Agustus 2026 merusak empat pasar, termasuk Pasar Inpres Ruteng, dan mengganggu ran...
Trauma Healing dan Perpustakaan Keliling di Posko Gempa NTT
Pemerintah menggelar trauma healing dan perpustakaan keliling di posko GOR Samador, Sikka pada 19 Agustus 20...
UKWR ke-54: RRI Tingkatkan Profesionalisme Jurnalis
RRI menggelar UKWR ke-54 pada 19-20 Agustus 2026 di Auditorium M untuk meningkatkan profesionalisme 71 jurna...