Nasional

Kemenpar: Kualitas Pariwisata Diukur dari Devisa hingga Tenaga Kerja

Bagikan:
Ilustrasi pariwisata Indonesia: pantai, wisatawan, dan pertumbuhan ekonomi

Kementerian Pariwisata menegaskan kualitas pariwisata Indonesia diukur dari sejumlah indikator ekonomi dan sosial, termasuk devisa, penciptaan lapangan kerja, investasi, serta belanja wisatawan. Pernyataan ini disampaikan pada pertengahan Juli 2026 seiring target kunjungan internasional yang masih dipertahankan.

Indikator kualitas pariwisata

Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Mochamad Achir, menjelaskan ada beberapa indikator utama yang menjadi tolok ukur kualitas sektor pariwisata. Indikator itu mencakup aspek ekonomi sekaligus kapasitas destinasi untuk memberi pengalaman berkualitas.

  • Devisa dari wisatawan mancanegara
  • Kontribusi terhadap PDB
  • Investasi pada infrastruktur dan usaha pariwisata
  • Penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan UMKM
  • Belanja wisatawan sebagai indikator daya tarik dan kualitas layanan

Menurut Achir, peningkatan jumlah kunjungan harus diimbangi pembenahan destinasi melalui program unggulan pemerintah dan sinergi antarlembaga. Perbaikan amenitas, kebersihan, serta fasilitas dasar disebutnya sebagai fondasi penting agar destinasi semakin berdaya saing.

"Perbaikan amenitas, kebersihan, dan fasilitas dasar menjadi fondasi penting. Sehingga destinasi wisata Indonesia semakin berdaya saing,"

Data tenaga kerja, investasi, dan target kunjungan

Kementerian mencatat sektor pariwisata telah menyerap sekitar 25,91 juta tenaga kerja dan menarik investasi senilai Rp73,6 triliun pada tingkat nasional. Pencapaian ini menunjukkan dampak luas pariwisata terhadap ekonomi lokal dan UMKM.

Meski kondisi geopolitik global dinamis, pemerintah mempertahankan target kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 16–17 juta untuk 2026. Achir optimistis strategi pemasaran, pengembangan desa wisata, digitalisasi Tourism 5.0, dan kolaborasi lintas sektor mendukung pencapaian target tersebut.

Perkembangan kunjungan 2026

Data resmi menunjukkan tren kunjungan wisatawan mancanegara positif pada awal 2026. Sepanjang Januari–Mei 2026, jumlah kunjungan mencapai 6,07 juta atau naik 7,68% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pada bulan Mei 2026 tercatat 1,38 juta kunjungan, meningkat 5,83% dari Mei 2025. Informasi ini dipaparkan oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam konferensi pers di Jakarta Pusat pada 15 Juli 2026.

"Januari hingga Mei 2026 Indonesia telah mencatat 6,07 juta kunjungan wisatawan mancanegara atau tumbuh sebesar 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025,"

Implikasi dan langkah ke depan

Fokus pada kualitas diharapkan meningkatkan daya saing destinasi dan memberi manfaat ekonomi yang lebih merata. Pemerintah daerah mendapat peran sentral karena kewenangan pengelolaan destinasi berada pada tingkat daerah sejak penerapan otonomi.

Ke depan, prioritas akan meliputi peningkatan infrastruktur dasar, kebersihan, serta sinergi kebijakan antarpemangku kepentingan untuk memastikan pertumbuhan kunjungan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan dan keberlanjutan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait