Nasional

Prabowo Tanggapi Prediksi Indonesia Kolaps: "Ini Sudah Juli"

Bagikan:
Presiden Prabowo memberi sambutan saat peresmian panen raya di Malang, Jawa Timur

Presiden Prabowo Subianto menanggapi prediksi yang menyebut Indonesia akan kolaps, dan menegaskan negara tetap kuat meski ada ramalan Juni 2026. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian panen raya di Malang, Jawa Timur, Jumat, 17 Juli 2026. Prabowo menilai narasi pesimis tersebut tidak berguna dan mendorong pemerintah terus bekerja untuk rakyat.

Respons terhadap ramalan kolaps

Prabowo mengkritik pihak yang terus-menerus menyebarkan narasi negatif tentang masa depan Indonesia. Ia mencontohkan ramalan yang berganti bulan—dari Juni lalu hingga kini menyebut Juli akan kolaps—namun menurutnya kenyataannya berbeda.

"'Indonesia jelek, Indonesia apa, Indonesia gelap', kalau pakai kacamata gelap, ya gelap terus. Tiap bulan Indonesia akan kolaps 'Juni kolaps', ini sudah Juli, Juli kolaps, waduh mikirnya kolaps, ya kan,"

Dengan pernyataan itu, Presiden menegaskan bahwa pesimisme tidak perlu ditanggapi karena pemerintah fokus bekerja dan melayani publik.

Tantangan BBM etanol 100 persen

Saat sambutan, Prabowo juga memberi tantangan kepada menteri kabinet dan pimpinan lembaga untuk mengembangkan bahan bakar minyak berbasis etanol 100 persen. Ia menyatakan tantangan tersebut ditujukan bagi pihak yang ingin melihat Indonesia maju.

"Yang tidak mau, tidak apa-apa, duduk saja. Duduk saja nonton, ya tapi jangan membebek kepada kekuatan asing terus,"

Menurut Prabowo, yang tidak tertarik boleh tetap berada di luar gerak perubahan, namun pemerintah dan pihak yang berkomitmen harus melanjutkan kerja transformasi energi dan kemandirian.

Seruan optimisme dan kebijakan luar negeri

Presiden mengajak seluruh warga untuk memupuk optimisme dan cita-cita besar. Ia menegaskan Indonesia tidak ingin menebar permusuhan, melainkan menjaga sikap ramah sekaligus bangkit menjadi negara makmur.

"Kita optimis, kita canangkan cita-cita kita setinggi langit, Indonesia akan jadi negara makmur... Kita bersahabat, mau datang ke Indonesia monggo,"

Prabowo menambahkan bahwa sikap ramah tidak boleh dianggap kelemahan. Ia menekankan pentingnya kebangkitan ekonomi dan kedaulatan tanpa kehilangan keramahan bangsa.

Penutup: langkah ke depan

Sekilas, pesan utama yang disampaikan Presiden adalah menolak narasi runtuh dan mendorong kerja nyata. Pemerintah diarahkan untuk tetap bergerak, menunjukkan hasil, dan menanamkan semangat optimis di publik.

Dengan demikian, fokus saat ini tetap pada implementasi kebijakan, inovasi energi, dan upaya peningkatan kesejahteraan bangsa.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait