Nasional

Perpusnas Hadapi Anggaran 2026 Turun, Optimistis Perkuat Literasi

Bagikan:
Kepala Perpustakaan Nasional E. Aminudin Aziz saat rapat dengan Komisi X membahas anggaran 2026

Perpustakaan Nasional menyatakan optimistis memperkuat literasi nasional meski menghadapi penyesuaian anggaran 2026. Pernyataan itu disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional, E. Aminudin Aziz, saat rapat dengan Komisi X DPR RI melalui YouTube TVR pada Jumat, 17 Juli 2026.

Realisasi anggaran 2025

Aminudin melaporkan realisasi anggaran Perpusnas sepanjang 2025 mencapai Rp583,26 miliar atau 98,93 persen dari pagu efektif. Angka ini menunjukkan seluruh unit kerja mampu menyerap anggaran secara optimal.

Dampak penyesuaian anggaran 2026

Penyesuaian anggaran tahun 2026 diperkirakan berdampak pada beberapa program prioritas. Program yang berisiko terdampak antara lain bantuan bacaan bermutu untuk perpustakaan desa, taman bacaan, lembaga pemasyarakatan, dan puskesmas di berbagai wilayah.

Untuk menjaga target pembangunan literasi, Perpusnas menyesuaikan indikator kinerja bersama Kementerian PPN/Bappenas. Mereka juga memperkuat pendampingan penyusunan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat dan pengembangan Relawan Literasi Masyarakat di daerah-daerah.

Semangat publik dan dukungan Komisi X

Aminudin menilai dukungan Komisi X DPR RI menjadi penyemangat utama bagi Perpusnas. Ia menyebut antusiasme publik dan keterlibatan pegiat literasi sebagai kekuatan penting untuk melanjutkan program meski anggaran menurun.

"Bagaimanapun, salah satu kekuatan kami adalah empati yang ditunjukkan bapak dan ibu di Komisi X. Kami juga melihat semangat publik dan pengguna Perpusnas yang justru terus meningkat, serta kegigihan para pegiat literasi."

Strategi pendanaan dan kolaborasi

Untuk menjaga kesinambungan layanan, Perpusnas memperluas kolaborasi pendanaan. Mitra yang dilibatkan meliputi kementerian lain, komunitas, lembaga filantropi, serta mitra internasional strategis.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan layanan literasi, memperkuat pelestarian naskah, dan mendukung pengembangan perpustakaan di daerah.

Respons DPR dan implikasi ke depan

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengingatkan bahwa pengurangan anggaran berpotensi memengaruhi capaian pembangunan literasi. Namun ia mengakui Perpusnas terus menunjukkan dedikasi dan inovasi di tengah keterbatasan dana.

"Perpusnas tetap mampu menunjukkan dedikasi, inovasi, dan menjaga kualitas layanan di tengah keterbatasan anggaran. Dampak pengurangan anggaran terhadap capaian pembangunan literasi perlu menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran berikutnya."

Di akhir rapat, Perpusnas menegaskan komitmen menjaga program prioritas melalui penyesuaian strategi dan kolaborasi. Perdebatan anggaran 2026 di DPR menjadi momen penting bagi arah kebijakan literasi nasional ke depan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait