Nasional

BMKG Waspada Gelombang Hingga 4 Meter di Perairan RI

Bagikan:
Peringatan BMKG gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan Indonesia

BMKG mengeluarkan peringatan gelombang tinggi hingga 4,0 meter yang berpotensi terjadi di beberapa perairan Indonesia pada 17–20 Juli 2026. Peringatan ini dikeluarkan karena pola angin kuat di wilayah utara dan selatan Indonesia yang meningkatkan tinggi gelombang, sehingga berisiko pada keselamatan pelayaran dan aktivitas pesisir.

Ringkasan kondisi dan penyebab

Pola angin di Indonesia bagian utara bergerak dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan 8–25 knot. Di wilayah selatan, angin dominan dari tenggara dengan kecepatan 7–25 knot. Potensi angin tertinggi tercatat di Samudra Hindia barat Lampung dan di sekitar Laut Arafaru.

Prakirawan BMKG menjelaskan bahwa kondisi angin kuat tersebut memicu peningkatan gelombang di sejumlah perairan nasional.

Daerah berisiko dan perkiraan tinggi gelombang

Perairan dengan gelombang 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan berikut:

  • Selat Malaka bagian utara
  • Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
  • Selat Karimata (bagian utara dan selatan)
  • Laut Jawa (bagian barat, tengah, timur)
  • Selat Makassar (bagian tengah dan selatan)
  • Laut Sumbawa, Teluk Bone, Laut Flores, Laut Banda, Laut Maluku, Laut Seram
  • Laut Sulawesi (bagian tengah dan timur)
  • Samudra Pasifik utara (sekitar Maluku dan Papua Barat)
  • Laut Arafaru (bagian utara, barat, tengah, timur)

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Selat Karimata bagian utara dan Selat Karimata bagian selatan

Perairan dengan gelombang 2,5–4,0 meter yang berpotensi mengalami peningkatan tinggi gelombang meliputi:

  • Samudra Hindia barat Aceh, barat Kepulauan Mentawai, barat Bengkulu, dan barat Lampung
  • Samudra Hindia selatan sepanjang pantai Pulau Jawa dan sekitarnya: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
  • Samudra Hindia selatan Bali, NTB, dan NTT

Imbauan keselamatan bagi pelayaran

BMKG mengimbau agar para pelaku pelayaran dan masyarakat pesisir meningkatkan kewaspadaan. Gelombang tinggi dapat mengancam keselamatan kapal kecil dan aktivitas nelayan.

Ambang risiko menurut jenis moda transportasi:

  • Perahu nelayan: kecepatan angin >15 knot dan tinggi gelombang >1,25 m
  • Kapal tongkang: kecepatan angin >16 knot dan tinggi gelombang >1,5 m
  • Kapal ferry: kecepatan angin >21 knot dan tinggi gelombang >2,5 m
  • Kapal ukuran besar (kargo/pesiar): kecepatan angin >27 knot dan tinggi gelombang >4,0 m

Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada

Dampak dan langkah ke depan

Peningkatan gelombang berpotensi mengganggu rute pelayaran, operasional pelabuhan, dan keselamatan nelayan kecil. Masyarakat di pesisir disarankan menunda aktivitas yang berisiko dan memantau pembaruan peringatan dari otoritas kelautan dan BMKG.

BMKG akan terus memantau perkembangan pola angin dan gelombang serta memperbarui peringatan bila diperlukan. Warga dan pelaku usaha maritim diimbau menjaga komunikasi dengan otoritas setempat sampai kondisi kembali normal.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait