Panglima TNI Laporkan Kontribusi Pangan di Panen Raya
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melaporkan kontribusi TNI dalam upaya swasembada pangan ke Presiden Prabowo Subianto pada acara panen raya di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jumat, 17 Juli 2026. Laporan mencakup pendampingan terpadu oleh TNI Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Angkatan Darat untuk komoditas tebu, kedelai, dan padi.
Ringkasan capaian nasional
TNI menyampaikan data luas lahan dan estimasi produksi yang menjadi bagian dari target pangan 2026. Secara ringkas, TNI AU mendampingi tebu, TNI AL mendampingi kedelai, dan TNI AD mendampingi padi. Angka-angka tersebut menunjukkan kontribusi signifikan terhadap target nasional.
Rincian kontribusi per matra
Berikut detail pendampingan dan hasil panen yang dilaporkan:
| Matra | Komoditas | Luas (ha) | Produksi | Kontribusi terhadap target nasional |
|---|---|---|---|---|
| TNI AU | Tebu | 236.048 | 18,386 juta ton tebu (~1,36 juta ton gula) | 45,05% target gula 2026 |
| TNI AL | Kedelai | 2.432 | 3.676 ton | 0,35% target kedelai 2026 |
| TNI AD | Padi | 6,26 juta | 19,2 juta ton beras | 55,24% target beras 2026 |
| TNI (lokal) | Tebu di Lanud Abdulrachman Saleh | 800,5 | 72.045 ton | - |
| TNI AL (lahan baru) | Berbagai komoditas | 3.110 | Estimasi 5.287 ton | - |
Sinergi pelaksana dan hilirisasi
Panglima TNI mengatakan pendampingan dilakukan bersama pihak swasta dan asosiasi petani. TNI AU bersinergi dengan Gula Nusantara dan kelompok petani saat musim panen tebu 2026. Upaya ini mencakup dukungan teknis hingga pengolahan hasil.
Mohon izin melaporkan Bapak Presiden, menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, TNI melaksanakan pendampingan terpadu. TNI Angkatan Udara pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Darat pada komoditas padi.
Panglima juga menekankan pentingnya hilirisasi untuk menambah nilai. Ia menyebut produk turunan tebu dan proses lanjutannya dapat memperkuat perekonomian nasional.
Hilirisasi tebu turut menghasilkan molase, bioetanol, industri ataupun farmasi. Kemudian pupuk organik, dan produk turunan lainnya yang meningkatkan nilai bagi perekonomian nasional.
Dampak dan prospek ke depan
Data yang disajikan TNI menunjukkan kontribusi nyata terhadap target pangan 2026. Pendampingan lahan luas dan pembukaan lahan baru diharapkan mengurangi ketergantungan impor serta memperkuat kemandirian pangan.
Panen raya di Lanud Abdulrachman Saleh dijadikan bukti bahwa keterlibatan TNI bersifat multifaset: dari produksi hingga pengolahan. Ke depan, sinergi antarinstansi dan swasta akan menentukan kemampuan memenuhi kebutuhan pangan nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...