Kemenkop Siapkan 30 Ribu Manajer untuk Koperasi Merah Putih
Kementerian Koperasi mulai menyiapkan sekitar 30 ribu calon manajer untuk mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program diluncurkan pada 17 Juli 2026 di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), Cimahi, Jawa Barat. Pelatihan dan sertifikasi digelar serentak di seluruh Indonesia sebagai bagian strategi memperkuat sumber daya manusia koperasi.
Rangkaian pelatihan dan sertifikasi
Pelatihan dibuka langsung oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Kegiatan berlangsung selama 13 hari, mulai 17 hingga 31 Juli 2026, dengan total 90 jam pembelajaran. Setelah pelatihan peserta akan mengikuti uji sertifikasi kompetensi berstandar BNSP.
Pelatihan ini bukan sekadar peningkatan kompetensi teknis. Melainkan penyiapan garda terdepan untuk menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,
Kurikulum dan kompetensi yang dibangun
Materi tidak hanya berfokus pada pengelolaan koperasi dan keuangan. Peserta juga dibekali kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan digitalisasi. Pembentukan karakter dan pendidikan bela negara telah diberikan sebelumnya sebagai landasan etika dan integritas manajerial.
Kami ingin mencetak manajer yang akuntabel, profesional, dan adaptif. Keberhasilan operasionalisasi koperasi di desa-desa sangat bergantung pada kompetensi manajerial yang dipelajari selama pelatihan ini,
Skala dan distribusi peserta
Program ini menjangkau puluhan ribu peserta yang ditempatkan di beragam lokasi pelatihan. Penyelenggaraan tersebar untuk memastikan jangkauan ke seluruh provinsi dan daerah terpencil.
- 15 komando latihan
- 60 satuan pendidikan
- 451 kelas di seluruh Indonesia
Selain pelatihan, peserta menjalani pemetaan potensi lewat metode Talent DNA. Metode ini dimaksudkan memperkuat integritas, kepemimpinan, dan kesiapan mereka menjadi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Tujuan strategis dan dampak ke depan
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun SDM unggul yang bisa menggerakkan operasional koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Kemenkop menilai keberhasilan KDKMP sangat bergantung pada kualitas manajer yang akan mengelola unit-unit koperasi tersebut.
Dengan standar sertifikasi BNSP, diharapkan lulusan pelatihan tidak sekadar mampu menjalankan administrasi, tetapi juga mampu memimpin transformasi digital dan akuntabilitas keuangan di koperasi komunitas. Ke depan, pemerintah akan memantau penempatan dan kinerja manajer untuk memastikan tujuan operasional dan sosial koperasi tercapai.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IKA PTKIN Dorong Kesadaran Ekologis Jadi Bagian Dakwah dan Pendidikan
IKA PTKIN mendorong kesadaran ekologis jadi bagian dakwah dan pendidikan, disampaikan dalam Deklarasi Asta M...
Tokoh Bali Desak Pembangunan Bandara di Bali Utara
Tokoh adat Bali mendesak pembangunan bandara lepas pantai di Bali Utara; proyek direncanakan dibiayai invest...
Prabowo Targetkan Peremajaan 100.000 Ha Perkebunan Tebu dalam 2 Tahun
Presiden Prabowo mengumumkan peremajaan 100.000 ha perkebunan tebu dengan target rampung dua tahun, diumumka...
Wamenkomdigi Tegaskan Layanan Digital Pemerintah Wajib Aksesibel
Wamenkomdigi menegaskan seluruh layanan digital pemerintah wajib dapat diakses penyandang disabilitas dan me...
Puskes TNI Perkuat Ketahanan Bangsa Lewat Layanan Kesehatan
Puskes TNI memperluas layanan medis, bakti kesehatan, dan EMT untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional.
Kemenhut Perketat Pengawasan Karhutla, Ancaman Sanksi Pidana
Kemenhut memperketat pengawasan karhutla menjelang kemarau 2026 dengan 180 personel Manggala Agni dan ancama...