Wamenkomdigi Tegaskan Layanan Digital Pemerintah Wajib Aksesibel
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria menegaskan seluruh layanan digital pemerintah harus dapat diakses oleh penyandang disabilitas. Pernyataan itu disampaikan saat audiensi dengan Komisi Nasional Disabilitas di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026. Nezar menekankan transformasi digital harus inklusif agar hak informasi publik terpenuhi untuk semua warga.
Komitmen Kemkomdigi terhadap aksesibilitas
Nezar menyatakan Kemkomdigi berkomitmen menghadirkan layanan digital yang ramah disabilitas. Menurutnya, komitmen ini sudah dijalankan sejak tiga tahun terakhir. Tujuannya agar tidak ada warga negara yang tertinggal akibat keterbatasan fisik atau sensorik.
"Layanan buat penyandang disabilitas itu wajib, wajib untuk memenuhi aksesibilitas buat semua warga negara. Jadi jangan sampai karena keterbatasan yang dimiliki oleh seorang warga negara, dia tidak bisa untuk mengakses layanan-layanan informasi publik,"
Evaluasi dan tindak lanjut
Pada pertemuan itu, Komisi Nasional Disabilitas memberikan masukan dan evaluasi terhadap layanan publik yang disediakan Kemkomdigi. Nezar menyambut baik masukan tersebut dan menyebutnya sebagai bahan penyempurnaan. Ia memastikan tim akan mencatat dan memperbaiki fitur agar memenuhi standar aksesibilitas.
"Kami sangat mengapresiasi evaluasi yang dilakukan untuk situs Komdigi, terutama untuk akses disabilitas dan fitur-fitur yang membantu teman-teman disabilitas di situs Komdigi. Kami akan catat dan perbaiki supaya comply dan bisa membantu teman-teman disabilitas,"
Harapan agar kementerian lain mengikuti
Nezar berharap keberadaan fitur akses disabilitas di situs Kemkomdigi menjadi contoh bagi kementerian dan lembaga negara lainnya. Ia meminta semua pihak menempatkan aksesibilitas sebagai bagian dari desain layanan sejak awal. Dengan demikian, penyandang disabilitas mendapat kepastian akses ke layanan digital publik.
"Kita mungkin salah satu kementerian yang paling berkomitmen untuk menyediakan fitur disabilitas, ini sudah kita buat dan luncurkan sejak tiga tahun yang lalu. Kita berharap semua kementerian juga mengikuti jejak ini,"
Dampak jangka panjang
Implementasi aksesibilitas digital diharapkan memperkecil kesenjangan layanan publik. Selain aspek hukum, langkah ini memperkuat inklusi sosial dan partisipasi warga dalam layanan negara. Ke depan, evaluasi berkelanjutan dan standar teknis menjadi kunci agar fitur aksesibilitas efektif dan teruji.
Dengan penegasan ini, pemerintah menunjukkan arah kebijakan digital yang lebih ramah dan bertanggung jawab terhadap kelompok rentan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemkomdigi Raih Opini WTP 2025, Dua Tahun Berturut-turut
Kemkomdigi meraih opini WTP BPK untuk 2025, kedua kali berturut-turut, dengan penyerapan anggaran 94% menduk...
IKA PTKIN Dorong Kesadaran Ekologis Jadi Bagian Dakwah dan Pendidikan
IKA PTKIN mendorong kesadaran ekologis jadi bagian dakwah dan pendidikan, disampaikan dalam Deklarasi Asta M...
Tokoh Bali Desak Pembangunan Bandara di Bali Utara
Tokoh adat Bali mendesak pembangunan bandara lepas pantai di Bali Utara; proyek direncanakan dibiayai invest...
Prabowo Targetkan Peremajaan 100.000 Ha Perkebunan Tebu dalam 2 Tahun
Presiden Prabowo mengumumkan peremajaan 100.000 ha perkebunan tebu dengan target rampung dua tahun, diumumka...
Puskes TNI Perkuat Ketahanan Bangsa Lewat Layanan Kesehatan
Puskes TNI memperluas layanan medis, bakti kesehatan, dan EMT untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional.
Kemenhut Perketat Pengawasan Karhutla, Ancaman Sanksi Pidana
Kemenhut memperketat pengawasan karhutla menjelang kemarau 2026 dengan 180 personel Manggala Agni dan ancama...