Puskes TNI Perkuat Ketahanan Bangsa Lewat Layanan Kesehatan
Pusat Kesehatan (Puskes) TNI memperkuat ketahanan nasional dengan memperluas layanan medis dan kesiapsiagaan bencana. Pernyataan itu disampaikan Letkol Laut (K) Yohanes Ari Setya di Jakarta, Jumat 17 Juli 2026. Upaya ini mencakup layanan rutin, bakti kesehatan, serta tim medis darurat yang siap dikerahkan ke seluruh wilayah.
Jaringan layanan dan kapasitas
Puskes TNI dan faskes angkatan kini tersebar luas di Indonesia. Mereka menyediakan layanan tingkat lanjutan dan tingkat pertama untuk memenuhi kebutuhan medis warga dan personel TNI. Selain itu, TNI juga menyalurkan tenaga medis ke daerah yang minim fasilitas.
| Jenis Fasilitas | Jumlah |
|---|---|
| Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) | 129 |
| Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) | 654 |
Program pelayanan dan bakti kesehatan
Puskes TNI menjalankan berbagai program kesehatan publik. Kegiatan meliputi imunisasi, pencegahan stunting, layanan kesehatan ibu dan anak, serta pemeriksaan berkala. Kegiatan bakti kesehatan rutin diselenggarakan untuk menjangkau masyarakat.
- Pengobatan gratis dan layanan medis keliling
- Donor darah dan operasi katarak
- Sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan berkala
"Kehadiran TNI bukan hanya menjaga pertahanan, tetapi juga ikut memastikan rakyat hidup sehat, aman, dan terlindungi. Kesehatan masyarakat adalah bagian dari ketahanan negara," kata Letkol Laut (K) Yohanes Ari Setya.
Kolaborasi dan kesiapsiagaan bencana
Puskes TNI bersinergi dengan Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, PMI, dan BNPB. Sinergi ini dimaksudkan untuk memperluas cakupan layanan dan mempercepat respons ketika terjadi bencana atau krisis kesehatan.
Salah satu perangkat penting adalah Emergency Medical Team (EMT) yang siap digerakkan. Menurut Yohanes, EMT TNI dapat mendukung operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di berbagai wilayah.
"Puskes TNI dan puskes angkatan sudah memiliki EMT yang siap digerakkan ke seluruh wilayah. TNI bekerja sama dengan puskes, kemenkes, dan elemen lain, siap mendukung penanggulangan bencana," ujarnya.
Peran TNI dalam ancaman nonmiliter
Menteri Kesehatan menilai peran Puskes TNI krusial menghadapi ancaman nonmiliter seperti pandemi dan wabah penyakit. Pengalaman saat pandemi COVID-19 menunjukkan kemampuan TNI dalam mendukung sistem kesehatan nasional.
"Tugas saya bersama Puskes TNI nanti untuk memastikan bahwa TNI dibina untuk siap mengadapi ancaman non-militer. Ancaman itu sifatnya tidak terlihat, tapi mengancam keselamatan bangsa, seperti virus," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Penguatan sinergi antara Kementerian Kesehatan dan Puskes TNI dianggap perlu agar negara lebih siap menghadapi berbagai tantangan kesehatan di masa depan. Langkah ini diharapkan meningkatkan cakupan layanan dan mempercepat respons darurat nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo Transport 8
Basarnas menghentikan penyelaman KM Virgo Transport 8 pada hari ke-21 karena kondisi jasad dan struktur kapa...
Peringatan 4 Oktober: Dari Hari Hewan hingga Pekan Antariksa
4 Oktober menandai Hari Hewan Sedunia, Hari Jadi Banten, awal Pekan Kesadaran Penyakit Mental, dan pembukaan...
Pemerintah Didesak Sesuaikan PTKP Sesuai Laju Inflasi
Pakar dan buruh mendesak penyesuaian PTKP yang belum berubah sejak 2016 untuk menjaga daya beli; keputusan a...
Pengangkatan Bangkai KM Virgo di Laut Jawa Digariskan Oktober 2026
PT Virgo Karya Shipping memastikan pengangkatan bangkai KM Virgo di Laut Jawa akan dilakukan pada Oktober 20...
BMKG Waspadai Awan Cumulonimbus dan Gelombang Laut 4 Meter
BMKG mengimbau waspada awan cumulonimbus dan gelombang laut hingga 4 meter pada 4 Oktober 2026; imbauan ditu...
BMKG: Warga Tanjung Selor Waspadai Hujan Disertai Petir
BMKG mengingatkan potensi hujan disertai petir di Tanjung Selor pada 4 Oktober 2026; awan cumulonimbus juga...