Kemkomdigi Raih Opini WTP 2025, Dua Tahun Berturut-turut
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan tahun anggaran 2025. Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan dilakukan langsung oleh Anggota III BPK RI, Akhsanul Khaq, kepada Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, di Jakarta.
Capaian dan makna opini WTP
Opini WTP 2025 ini menandai pencapaian kedua secara berturut-turut bagi Kemkomdigi di bawah kepemimpinan Meutya Hafid. Sebelumnya, laporan keuangan Kemkomdigi pernah menerima opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) pada 2015, 2022, dan 2023.
Menkomdigi menilai raihan WTP mencerminkan perbaikan tata kelola dan komitmen seluruh jajaran kementerian. Keberhasilan juga dianggap sejalan dengan agenda percepatan transformasi digital nasional.
Penyerapan anggaran dan fokus program
Sepanjang 2025, Kemkomdigi mencatat realisasi penyerapan anggaran sebesar 94 persen. Anggaran tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur digital.
Penerapan anggaran difokuskan pada beberapa program kunci, antara lain perluasan konektivitas, penguatan infrastruktur digital, dan peningkatan layanan digital bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Pernyataan resmi Menkomdigi
"Ini (opini WTP) mencerminkan komitmen seluruh jajaran Kemkomdigi dalam membangun tata kelola keuangan negara yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
Meutya juga mengatakan bahwa mempertahankan WTP menunjukkan bahwa reformasi birokrasi dan penguatan pengelolaan keuangan berjalan baik, mendukung program transformasi digital nasional.
Kriteria penilaian BPK
Menurut penjelasan Anggota III BPK RI, opini WTP diberikan berdasarkan penerapan empat kriteria utama. Keempat kriteria tersebut adalah:
- Kesesuaian laporan dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
- Kecukupan pengungkapan informasi keuangan.
- Efektivitas sistem pengendalian intern.
- Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
Implikasi dan langkah ke depan
Raihan WTP dua tahun berturut-turut memperkuat posisi Kemkomdigi dalam pengelolaan keuangan negara. Kementerian menyatakan akan terus memperbaiki proses internal untuk memastikan setiap rupiah anggaran berdampak langsung pada percepatan transformasi digital.
Ke depan, publik dan pemangku kepentingan dapat mengharapkan peningkatan realisasi program konektivitas dan layanan digital sebagai wujud hasil tata kelola yang lebih baik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IKA PTKIN Dorong Kesadaran Ekologis Jadi Bagian Dakwah dan Pendidikan
IKA PTKIN mendorong kesadaran ekologis jadi bagian dakwah dan pendidikan, disampaikan dalam Deklarasi Asta M...
Tokoh Bali Desak Pembangunan Bandara di Bali Utara
Tokoh adat Bali mendesak pembangunan bandara lepas pantai di Bali Utara; proyek direncanakan dibiayai invest...
Prabowo Targetkan Peremajaan 100.000 Ha Perkebunan Tebu dalam 2 Tahun
Presiden Prabowo mengumumkan peremajaan 100.000 ha perkebunan tebu dengan target rampung dua tahun, diumumka...
Wamenkomdigi Tegaskan Layanan Digital Pemerintah Wajib Aksesibel
Wamenkomdigi menegaskan seluruh layanan digital pemerintah wajib dapat diakses penyandang disabilitas dan me...
Puskes TNI Perkuat Ketahanan Bangsa Lewat Layanan Kesehatan
Puskes TNI memperluas layanan medis, bakti kesehatan, dan EMT untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional.
Kemenhut Perketat Pengawasan Karhutla, Ancaman Sanksi Pidana
Kemenhut memperketat pengawasan karhutla menjelang kemarau 2026 dengan 180 personel Manggala Agni dan ancama...