Nasional

IKA PTKIN Dorong Kesadaran Ekologis Jadi Bagian Dakwah dan Pendidikan

Bagikan:
Pertemuan IKA PTKIN mendorong kesadaran ekologis dalam dakwah dan pendidikan

Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN) se-Indonesia mendorong kesadaran ekologis menjadi bagian dari dakwah dan pendidikan. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Forum Nasional IKA PTKIN, Idrus Marham, di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026. Langkah ini diambil karena persoalan lingkungan dinilai sebagai tantangan serius yang berskala nasional dan global.

Deklarasi Asta Muharam: menempatkan ekologi dalam agenda keagamaan

Idrus menyatakan bahwa seruan menjaga lingkungan ditujukan ke seluruh lembaga keagamaan. Ia menekankan peran penting lembaga Islam dan agama lain dalam membangun kesadaran publik tentang isu lingkungan. Menurutnya, memasukkan nilai ekologis ke dalam dakwah dan pendidikan menjadi langkah strategis menghadapi berbagai krisis lingkungan.

"Ini menyerukan kepada seluruh lembaga keagamaan, tentu utamanya islam dan juga tentu agama-agama lain. Sesama kita sebagai anak bangsa ya agar menjadikan kesadaran ekologis sebagai bagian integral dari dakwah dan pendidikan kita,"

"Masalah ekologi ini bukan hanya masalah Indonesia, tapi ini masalah dunia dan lain-lain sebagainya. Beberapa kasus di negara lain sekarang ini mencapai puncaknya, dan banyak sekali malah petaka karena persoalan ekologi masalah lingkungan,"

Menurut Idrus, poin tentang kesadaran ekologis tercantum dalam Deklarasi Asta Muharam 1448 Hijriah. Deklarasi itu merupakan rangkuman hasil pemikiran yang dihimpun lewat serangkaian Seminar Nasional dalam Festival Muharam.

Seminar Festival Muharam: keterkaitan agama, ilmu, dan lingkungan

Ketua Panitia Festival Muharam, Amar Ahmad, mengatakan ekologi menjadi salah satu tema utama pembahasan. Seminar melihat keterkaitan antara perhatian agama dan kajian keilmuan Islam terhadap persoalan lingkungan. Para peserta didorong agar tidak membatasi pembahasan hanya pada dimensi spiritual.

"Bagaimana kemudian semua cenderkiawan kita, pemikir kita juga memperhatikan berbagai isu terkait dengan lingkungan. Terkait dengan hal-hal yang selama ini di luar daripada pembahasan-pebahasan yang sangat sifatnya spiritual saja,"

Selain ekologi, seminar juga mengangkat topik lain yang saling terkait. Rangkaian kegiatan melibatkan banyak pihak untuk memperkaya perspektif dan rekomendasi kebijakan.

  • Situasi geopolitik global
  • Kesenjangan sosial
  • Tradisi ilmiah di perguruan tinggi

Partisipasi dan langkah berikutnya

Rangkaian Festival Muharam melibatkan alumni dari 59 PTKIN serta ratusan guru besar dari berbagai daerah. Keterlibatan itu menunjukkan upaya kolektif akademisi dan tokoh keagamaan menyikapi masalah lingkungan. Selanjutnya, IKA PTKIN berharap hasil deklarasi dan rekomendasi seminar diimplementasikan dalam kurikulum, program dakwah, dan kebijakan lembaga.

Dengan menempatkan kesadaran ekologis di pusat agenda keagamaan dan pendidikan, IKA PTKIN bertujuan mendorong perubahan perilaku dan kebijakan yang lebih ramah lingkungan di masyarakat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait