Fajar/Fikri Melaju ke Semifinal Japan Open 2026
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri melaju ke semifinal Japan Open 2026 setelah menundukkan Ben Lane/Sean Vendy lewat straight set 22-20, 21-13 pada Jumat, 17 Juli 2026 di Tokyo Metropolitan Gymnasium. Pertandingan tuntas dalam 38 menit, diwarnai penyesuaian strategi dari pasangan Indonesia untuk mengatasi permainan cepat lawan.
Kunci kemenangan
Fajar/Fikri memulai laga dengan ritme yang tidak ideal, namun mampu beradaptasi pada interval. Mereka merebut gim pertama sengit 22-20 dan kemudian mengontrol gim kedua 21-13.
Menurut Fajar, kecepatan permainan lawan memaksa mereka mengubah taktik demi mengendalikan poin.
“Cukup mengagetkan juga mereka cepat ya, mereka bermain panjang-panjang. Kami tadi salah menggunakan strategi di awal gim pertama,” ucap Fajar seusai pertandingan.
Setelah jeda, Fajar dan Fikri mengambil inisiatif menyerang dengan pola yang lebih agresif dan menggunakan bola cepat untuk memecah pertahanan Ben/Sean.
Performa dan adaptasi
Fikri menjelaskan bahwa pola permainan mereka berbeda dibandingkan laga sebelumnya. Saat melawan wakil Chinese Taipei, mereka memilih skema lebih sederhana, tetapi di Tokyo mereka harus lebih agresif.
“Kemarin saat melawan pasangan Chinese Taipei, kami menerapkan pola yang simple tapi berbeda dengan hari ini, kami harus bermain dengan agresif dan dengan bola cepat. Jadi setelah interval kami langsung inisiatif untuk mengubah pola dan berhasil,” terang Fajar.
Lawan berikutnya: Hoki/Kobayashi
Di semifinal, Fajar/Fikri akan berhadapan dengan wakil tuan rumah Takuro Hoki dan Yugo Kobayashi, pasangan yang mengalahkan mereka di final Denmark Open 2025. Pertemuan ini diprediksi berlangsung ketat karena dukungan penonton tuan rumah bakal mengangkat semangat Hoki/Kobayashi.
“Besok sudah ditunggu wakil tuan rumah Hoki/Kobayashi. Kami terakhir bertemu di final Denmark Open 2025 dan kami kalah tipis,” terang Fikri.
Peluang ke final
Fikri memberi apresiasi pada kualitas Hoki/Kobayashi, tetapi tetap yakin peluang kedua tim seimbang jika semangat juang terjaga.
“Mereka pasangan yang sangat bagus, tidak mudah untuk melawan mereka. Tapi kami sama-sama punya peluang, yang penting kami tidak kalah semangat dan fighting spiritnya mengingat mereka pasti tampil penuh ambisi karena akan dapat dukungan publik tuan rumah,” pungkasnya.
Semifinal yang menanti menjadi ujian taktik dan mental bagi Fajar/Fikri, sekaligus momentum mereka menebus kekalahan di Denmark Open 2025 dan berusaha melangkah ke final Super 750 ini.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Iva Jovic Pertahankan Gelar di Guadalajara, Kalahkan Stearns
Iva Jovic mempertahankan gelar Guadalajara Open setelah menaklukkan Peyton Stearns 6-4, 6-2 pada 20 Septembe...
Yoga Ardika Putra Sumbang Medali Teqball Indonesia di Asian Games
Yoga Ardika Putra meraih medali perunggu teqball Asian Games 2026 di Nagoya pada 20 September 2026, menambah...
Menpora Apresiasi Penampilan Kontingen Indonesia di Asian Games 2026
Menpora Erick Thohir memuji penampilan Kontingen Indonesia pada pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan...
Wushu Seraf Sumbang Medali Pertama Indonesia di Asian Games
Seraf Naro Siregar menyumbang medali perunggu pertama Indonesia di Asian Games Aichi–Nagoya 2026 pada nomor...
Putri Indonesia Menang 3-0 atas Mongolia di Asian Games 2026
Tim bulutangkis putri Indonesia menang 3-0 atas Mongolia di Asian Games 2026 dan langsung lolos ke babak ber...
Sumaya ke Final Teqball Asian Games 2026, Bidik Emas
Sumaya melaju ke final teqball Asian Games 2026 di Nagoya dan akan hadapi Wai Khin Hnin; kelolosan ini memas...