Nasional

Genius Umar: Kualitas dan Jumlah Lapangan Kerja Kunci Pembangunan

Bagikan:
Genius Umar membahas penciptaan lapangan kerja dan pembangunan ekonomi

Pengamat kebijakan publik Dr. Genius Umar menilai masalah utama pembangunan Indonesia adalah ketersediaan lapangan kerja yang memadai, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat, 15 Mei 2026, saat menyoroti peluang bonus demografi dan target pemerintah menciptakan 19 juta pekerjaan dalam lima tahun.

Inti persoalan: jumlah belum cukup, kualitas krusial

Genius menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus mampu menyerap tenaga kerja secara masif dan berkelanjutan. Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan tak hanya seputar angka, tetapi juga menyangkut kualitas, stabilitas, dan keberlanjutan pekerjaan.

"Bonus demografi bisa menjadi berkah jika tersedia pekerjaan memadai,"

Data ketenagakerjaan terbaru

Berdasarkan catatan resmi, jumlah angkatan kerja terus meningkat sehingga menuntut penyerapan yang lebih besar. Struktur pasar kerja yang masih didominasi sektor informal juga menjadi sorotan penting.

Indikator Nilai
Angkatan kerja (Februari 2025) 153,05 juta orang
Kenaikan tahunan +3,67 juta orang
Penduduk bekerja 145,77 juta orang
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 4,76%

Target 19 juta pekerjaan dan tantangan implementasi

Genius menyebut target pemerintah menciptakan 19 juta lapangan kerja selama lima tahun sangat strategis, namun menekankan perlunya rencana implementasi yang jelas dan terukur. Target tersebut setara sekitar 3,8 juta pekerjaan per tahun atau 316 ribu per bulan.

"Target tersebut penting, tetapi harus diikuti desain implementasi yang terukur,"

Ia memperingatkan kebijakan publik tidak boleh berhenti pada keputusan politik semata. Tahap implementasi di lapangan adalah penentu keberhasilan kebijakan.

Peran lembaga teknis dan program sosial

Genius menyoroti peran perencanaan teknokratik Bappenas serta kementerian teknis dan pemerintah daerah. Menurutnya, kementerian dan daerah harus menetapkan target penciptaan kerja yang jelas dan terukur agar pencapaian menjadi nyata.

Selain investasi dan pembangunan infrastruktur, program sosial juga disebut dapat membuka lapangan kerja. Contohnya, program seperti Makan Bergizi Gratis dinilai berpotensi menyerap tenaga kerja dalam skala besar jika dikelola dengan baik.

Penutup: ukuran keberhasilan pembangunan

Genius menegaskan keberhasilan pembangunan mesti diukur dari terciptanya pekerjaan layak dan berkelanjutan serta pemerataan ekonomi. Tanpa pekerjaan berkualitas, bonus demografi berisiko menjadi beban alih-alih peluang bagi pembangunan nasional.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!