Bahlil: Kosgoro 1957 Lahir untuk Perkuat Ekonomi Bangsa
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengatakan PPK Kosgoro 1957 berdiri untuk memperkuat ekonomi bangsa dan berperan penting dalam kelahiran Golkar. Pernyataan itu disampaikan pada acara Mubes V 2026 PPK Kosgoro 1957 di Gambir, Jakarta Pusat, Jumat malam, 5 Juni 2026.
Peran Kosgoro pada bidang ekonomi dan pendidikan
Bahlil menjelaskan bahwa setelah fusi organisasi dalam Sekretariat Bersama Golkar, Kosgoro diberi tanggung jawab khusus pada sektor ekonomi dan pendidikan. Menurutnya, kedua sektor itu menjadi fondasi bagi partai modern.
Ia menekankan bahwa pembangunan partai membutuhkan keseimbangan antara kecerdasan politik dan logistik organisasi. Oleh karena itu, peran Kosgoro dinilai relevan hingga sekarang sebagai penopang pembangunan kader dan penguatan ekonomi.
"Kosgoro 1957 lahir tidak hanya untuk mengisi kemerdekaan, tetapi juga memperkuat ekonomi bangsa. Kosgoro menjadi salah satu organisasi pelopor lahirnya Golkar," kata Bahlil.
Ikatan historis Kosgoro dan Golkar
Bahlil menegaskan hubungan antara Kosgoro dan Golkar berakar pada sejarah yang kuat. Keduanya tidak dapat dipisahkan dari perjalanan politik karya-kekaryaan yang membentuk basis organisasi politik saat itu.
Ia menceritakan pula pengalaman masa awal Reformasi menurut cerita senior Kosgoro, Agung Laksono. Pada 1999, muncul dorongan agar Kosgoro berdiri sendiri dan lepas dari jalur aspirasi politik Golkar.
"Pada 1999, Kosgoro sempat ingin keluar dari bagian penyaluran aspirasi politik di Partai Golkar," ujar Bahlil. "Pak Agung mempertahankan agar Kosgoro tetap ada dan bersama Golkar, keputusan itu dinilai menjadi titik penting perjalanan organisasi ini."
Kontestasi ketua umum: dua kandidat maju
Mubes V 2026 PPK Kosgoro 1957 juga mengagendakan pemilihan ketua umum periode 2026-2031. Panitia menyatakan terdapat dua calon yang mendaftar untuk posisi ketua umum.
"Kandidat ada dua, Sari Yulianti dan La Ode Safiul Akbar," kata Koordinator Bidang Pendaftaran dan Verifikasi, Mascot Siregar, dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta.
Dari data pendaftaran, Sari Yuliati tercatat menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua DPR. Sedangkan La Ode Safiul Akbar merupakan Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Pengembangan Profesi DPP Partai Golkar.
Proses pendaftaran dan jadwal
Tahapan pengambilan formulir pencalonan ketua umum Kosgoro berlangsung antara 25-30 Mei 2026. Pengembalian formulir pendaftaran ditutup pada Jumat pukul 11.00 WIB.
Sari Yuliati menyerahkan formulir pada Kamis, 4 Juni 2026 sore. Sementara berkas La Ode diserahkan pada Jumat siang, menjelang penutupan pendaftaran.
Dengan agenda pemilihan yang berjalan, hasil Mubes V akan menentukan arah kepemimpinan Kosgoro dan peran organisasi ini dalam hubungan historisnya bersama Golkar ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KPAI Minta Pengawasan Ketat untuk Program MBG 3B
KPAI mendesak pengawasan ketat pada Program MBG 3B agar makanan untuk bumil, busui, dan balita aman, bermutu...
Pemerintah Targetkan Revisi UU LLAJ Rampung 2026
Pemerintah menyerahkan 1.200 DIM RUU LLAJ ke DPR dan menargetkan revisi diselesaikan pada 2026 agar dapat di...
Kemensos Buka Kanal WhatsApp untuk Pengaduan Sekolah Rakyat
Kemensos membuka kanal WhatsApp 0887-7171-171 pada 29 Sept 2026 untuk pengaduan Sekolah Rakyat, terbuka bagi...
Indonesia Jajaki Pengalaman India untuk Bangun Infrastruktur Publik Digital
Indonesia menjajaki pengalaman India membangun infrastruktur publik digital untuk integrasi layanan, kata Wa...
Kemacetan Pelabuhan Ketapang: ODOL, Demo, dan Solusi Bersama
Kemacetan di akses Pelabuhan Ketapang disebabkan ODOL, antrean Pelindo, dan demonstrasi; solusinya butuh pen...
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...