APDI: Kreator Harus Utamakan Kompetensi dan Kualitas Konten
Asosiasi Content Creators Indonesia (APDI) menekankan pentingnya kompetensi dan kualitas konten bagi para kreator di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan pada peluncuran Transformasi Kreator Indonesia yang digelar di Gedung RRI, Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026. APDI mengingatkan bahwa kemajuan teknologi membuat perangkat semakin mampu, sehingga perhatian harus bergeser ke nilai, keamanan, dan keberlanjutan konten.
Teknologi memudahkan, kompetensi tetap utama
Co-Chairman dan Founder APDI, Arif Ilham Adnan, mengatakan hampir semua gadget kini mampu menghasilkan konten beresolusi tinggi. Karena itu, ia menegaskan kreator harus meningkatkan kompetensi agar produk konten bermakna dan bermanfaat. Fokus pada teknis saja dinilai tidak cukup untuk menjawab tantangan era digital.
"Yang penting adalah bagaimana agar suatu konten berpihak kepada negara kita. Dan bagaimana konten itu aman dan tidak harmful (berbahaya) terutama terhadap anak-anak dan remaja,"
"Kemudian konten tersebut harus sustain, artinya bagaimana kontennya bisa mendukung keberlanjutan di negara kita. Lalu, konten itu harus mempromosikan hal-hal yang baik,"
Konten aman dan bernilai keindonesiaan
Arif menyoroti dua aspek penting: keamanan bagi kelompok rentan dan nilai keberlanjutan. Ia mendorong kreator menghasilkan materi yang mendukung kepentingan nasional dan mempromosikan hal-hal positif. Pendekatan ini diharapkan memperkuat pengaruh konten yang konstruktif di ruang publik.
Verifikasi informasi dan peran RRI
Direktur Program dan Produksi LPP RRI, Mistam, menekankan perlunya verifikasi dan klarifikasi informasi sebelum disebarkan. Ia mengingatkan bahwa tidak semua konten di media sosial memuat kebenaran dan harus diarahkan agar membawa nilai keindonesiaan.
"Kita perlu memverifikasi konten-konten yang beredar, apalagi di sosial media. Selain itu, konten yang dibuat di Indonesia harus mengandung value tentang keindonesiaan,"
Mistam juga mengajak generasi muda membentuk komunitas kreator sebagai wadah produksi konten positif. Ia berharap RRI dapat berperan sebagai lokomotif yang mendorong produksi konten bermuatan Pancasila dan nilai kebangsaan.
Rekomendasi praktis untuk kreator
- Utamakan verifikasi informasi sebelum publikasi.
- Ciptakan konten yang aman bagi anak dan remaja.
- Pastikan konten mendukung keberlanjutan dan nilai positif.
- Bangun komunitas untuk memperkuat konten bermuatan keindonesiaan.
Dengan fokus pada kompetensi, verifikasi, dan nilai kebangsaan, APDI dan RRI berharap kreator Indonesia menghasilkan konten yang lebih berkualitas dan bermakna bagi publik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
MenPPPA Pastikan Penanganan Perundungan Anak di Tangsel
MenPPPA Arifah Fauzi pastikan penanganan dugaan perundungan anak di Tangerang Selatan prioritaskan keamanan,...
Komdigi Minta Operator Ubah Paket Non-Rollover
Komdigi minta operator segera ubah paket non-rollover agar sisa kuota dilindungi secara ekonomi, bukan hanya...
Komdigi: Notifikasi Tak Cukup Lindungi Sisa Kuota Internet
Komdigi menilai notifikasi belum cukup untuk melindungi sisa kuota internet; beberapa operator masih mengand...
DJKI Perkuat Merek Kolektif untuk Perluas Akses Pasar Regional
DJKI mendorong pemanfaatan merek kolektif lewat ASEAN-HKC untuk memperluas akses pasar regional; tercatat 87...
KPAI Minta Pengawasan Ketat untuk Program MBG 3B
KPAI mendesak pengawasan ketat pada Program MBG 3B agar makanan untuk bumil, busui, dan balita aman, bermutu...
Pemerintah Targetkan Revisi UU LLAJ Rampung 2026
Pemerintah menyerahkan 1.200 DIM RUU LLAJ ke DPR dan menargetkan revisi diselesaikan pada 2026 agar dapat di...