Nasional

CKG Jakarta Timur Sasar 591.191 Siswa dari 1.549 Sekolah

Bagikan:
Petugas puskesmas memeriksa kesehatan siswa dalam program Cek Kesehatan Gratis di Jakarta Timur

Kasudin Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudhy mengatakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau sekitar 591.191 siswa dari 1.549 sekolah di Jakarta Timur. Peninjauan pelaksanaan CKG berlangsung di SMKN 64 Jakarta bersama Puskesmas Cipayung pada Kamis, 13 Agustus 2026. Tujuan program adalah mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini dan memberikan penanganan lanjut bila diperlukan.

Pelaksanaan dan cakupan pemeriksaan

Pemeriksaan dilakukan langsung di sekolah oleh tim kesehatan puskesmas setempat. Pemeriksaan menyasar berbagai indikator kesehatan dasar siswa untuk mengetahui status gizi dan kebiasaan berisiko. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif di lingkungan sekolah.

Indikator kesehatan yang diperiksa

Tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik siswa. Pemeriksaan meliputi antara lain:

  • status gizi;
  • kebiasaan merokok dan perilaku kesehatan;
  • kebugaran jasmani;
  • pemeriksaan mata dan telinga;
  • tes gula darah;
  • kadar hemoglobin untuk deteksi anemia.

Temuan sementara

Hasil skrining awal menunjukkan ada sejumlah siswa dengan tekanan darah yang tidak normal. Petugas juga menemukan remaja dengan kadar hemoglobin rendah atau gejala anemia. Temuan ini menjadi sinyal perlunya intervensi gizi dan tindak lanjut klinis.

"Melalui CKG ini, salah satu upaya kita adalah mendeteksi secara dini anemia. Kemudian, tekanan darah yang kurang normal dan sebagainya,"

— Arief Wahyudhy

Penyebab dan pencegahan

Menurut Arief, pola makan tidak sehat menjadi salah satu faktor risiko anemia dan gangguan kesehatan lain pada remaja. Konsumsi junk food, makanan cepat saji, dan diet yang terlalu ketat dapat menurunkan kecukupan zat gizi penting. Oleh karena itu, edukasi gizi di sekolah dan keluarga dianggap krusial.

Tindak lanjut dan rujukan

Siswa yang ditemukan memiliki masalah kesehatan akan mendapatkan penanganan sesuai temuan. Bila perlu, mereka dirujuk ke Puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan dan tata laksana. Sekolah dan Puskesmas akan berkoordinasi melalui program UKS untuk memastikan tindak lanjut terlaksana.

"CKG ini tidak hanya screening, tetapi nanti ada tindak lanjutnya. Setelah ditemukan masalah, kemudian ditatalaksana sesuai temuannya,"

— Arief Wahyudhy

Dengan cakupan yang luas, program ini diharapkan tidak hanya mengidentifikasi masalah kesehatan, tetapi juga mendorong perubahan pola hidup sehat di kalangan pelajar. Ke depan, koordinasi berkelanjutan antara sekolah dan layanan kesehatan akan menentukan keberhasilan penanganan temuan CKG.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait