Lokal

Pemko Medan Optimalkan Media Sosial untuk Informasi Pembangunan

Bagikan:
Kepala Dinas Kominfo Medan Arrahmaan Pane memaparkan strategi media sosial Pemko Medan

Medan — Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengefektifkan media sosial sebagai saluran utama penyampaian informasi pembangunan kepada publik. Langkah ini bertujuan memberi gambaran nyata pekerjaan di lapangan dan membangun narasi yang akurat tentang kondisi kota. Strategi dipaparkan oleh Kepala Dinas Kominfo Medan, Arrahmaan Pane, saat menjadi narasumber di Uji Kompetensi Wartawan Radio (UKWR) LPP RRI Korwil XVI, Rabu (12/8), di RRI Medan.

Strategi dan tujuan penggunaan media sosial

Kominfo fokus pada publikasi rutin kegiatan pembangunan, seperti perbaikan jalan dan drainase, untuk menggantikan citra negatif lama. Selain memberi informasi, media sosial dipakai untuk membentuk narasi berdasarkan fakta lapangan.

Arrahmaan menjelaskan pentingnya menyesuaikan saluran komunikasi dengan perubahan pola konsumsi berita publik. Media sosial dipilih karena akses lewat ponsel kini menjadi kebiasaan utama masyarakat.

"Sekarang trennya masyarakat melihat berita hanya dengan handphone. Tren membaca surat kabar sudah jauh ketinggalan. Karena itu, kami fokus mengaktifkan penyampaian informasi melalui media sosial yang ada,"

Praktik produksi konten dan prinsip pemberitaan

Dinas Kominfo tidak sekadar mengunggah foto atau video kegiatan. Mereka membimbing jajaran Pemko Medan dalam penulisan narasi, pengambilan gambar, dan produksi video agar informasi yang disajikan utuh dan mudah dipahami.

Setiap unggahan diwajibkan menerapkan prinsip 5W+1H agar masyarakat mengetahui apa yang dikerjakan, siapa pihak terkait, lokasi, waktu, dan hasilnya.

"Karena kita perlu menyampaikan kepada masyarakat apa yang kita kerjakan, siapa yang datang, di mana kegiatannya dan hasilnya apa,"

Respons terhadap komentar dan aduan publik

Arrahmaan menyatakan tidak semua komentar perlu ditanggapi. Komentar yang bernada negatif tanpa menjelaskan masalah konkret biasanya diabaikan.

Sementara itu, laporan yang memuat aduan jelas segera ditindaklanjuti. Contohnya, keluhan lampu jalan yang mati langsung di-screenshot dan diteruskan ke Dinas Perhubungan untuk tindakan cepat.

"Biasanya langsung saya screenshot dan kirimkan ke Dinas Perhubungan sebagai pihak yang berwenang. Saya sampaikan langsung kepada kepala dinasnya, dan biasanya dalam 1-2 hari pengerjaan langsung dilakukan,"

Dampak: kepercayaan publik dan pertumbuhan pengikut

Kecepatan respons dan keterbukaan informasi meningkatkan kepercayaan warga terhadap akun resmi Pemko Medan. Arrahmaan mencatat lonjakan pengikut yang signifikan.

"Saat awal saya menjabat sebagai Kadis Kominfo, pengikut Instagram Pemko Medan hanya sekitar 3.000 hingga 5.000. Sekarang, alhamdulillah sudah mencapai 116.000 pengikut,"

Menurutnya, pertumbuhan tersebut terjadi secara organik tanpa pembelian pengikut, didorong oleh aktifnya informasi kegiatan Pemko Medan dan kolaborasi antar dinas.

Kegiatan UKWR itu juga menghadirkan narasumber lain, yakni Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza Ma’ruf Moesa, serta Kepala Biro Pengembangan Strategi Bisnis PT Angkasa Pura Aviasi Bandara Internasional Kualanamu, Rio Eka Putra, yang memperkaya diskusi soal komunikasi publik dan layanan di wilayah Sumatera Utara.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait