Lokal

Bundo 84 Tahun: Menjaga Nyala Pers Medan dari Soeharto hingga Prabowo

Bagikan:
Hajjah Mardiana Chaniago menerima kunjungan PWPM di rumahnya di Medan

Medan — Hajjah Mardiana Chaniago, yang akrab disapa Bundo, menerima penghormatan dari pengurus Wartawan Pemko Medan (PWPM) pada Kamis (13/8). Di usia 84 tahun, ia dikenang atas dedikasi panjangnya di dunia jurnalistik Sumatera Utara dan terus mengikuti perkembangan pers dari era mesin ketik hingga era digital.

Kunjungan dan suasana haru

PWPM mendatangi kediaman Bundo di Jalan Senam, Kecamatan Medan Kota, untuk bersilaturahmi dan memberi penghormatan. Pertemuan itu berlangsung penuh haru dan membuat Bundo terharu hingga meneteskan air mata.

"Di usia 84 Bundo bersyukur kita bisa berkumpul. Bundo sangat-sangat tersanjung kedatangan anak-anak Bundo yang masih aktif sebagai jurnalis. Indonesia harga mati, mungkin fisik terbatas, tapi pikiran belum lemah,"

Jejak panjang di dunia pers

Bundo merupakan salah satu jurnalis senior di Kota Medan yang melewati berbagai fase sejarah pers Indonesia. Ia menyaksikan perubahan pemerintahan dan lanskap media dari masa Orde Baru hingga masa pemerintahan saat ini.

Perjalanan kariernya meliputi pengalaman menulis dengan tangan, menggunakan mesin ketik, beralih ke komputer, hingga kini menulis pakai laptop dan gawai. Hingga 2026, ia tercatat masih aktif di perusahaan media Suara Nasional.

Perubahan teknologi dan tanggung jawab jurnalistik

Bundo menilai teknologi mengubah kecepatan dan bentuk pemberitaan, tetapi inti tugas wartawan tetap sama. Menurutnya, jurnalisme harus menyampaikan informasi sekaligus memberi edukasi kepada publik.

Meski mobilitasnya terbatas, semangat mencari berita dan mengetik informasi tetap terjaga. Ia bahkan masih keluar-masuk warung internet untuk mengirim liputan ke kantor pemerintahan setempat.

Pesan untuk generasi jurnalistik muda

Bundo berharap pengalamannya menjadi pelajaran dan semangat bagi wartawan muda. Ia mengingat masa perjuangan pers pada Oktober 1974 dan proses belajar di lingkungan media yang membentuk karakternya.

"Perhatian atau tidak perhatian itu adalah dinamika. Bundo berharap pengalaman ini jadi cemeti dan suport bagi wartawan muda,"

Respons PWPM

Ketua PWPM, Muhammad Edison Ginting, menyatakan kunjungan itu sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi Bundo. Mereka berharap Bundo selalu sehat dan terus memberi masukan bagi para pewarta.

"Kedatangan kami sebagai penghormatan kami atas dedikasi Bundo yang menjadi inspirasi kami sebagai jurnalis. Kami berharap di silaturahmi Bundo sehat selalu, tetap beraktivitas. Kami berharap Bundo terus memberi masukan dan saran kepada kami,"

Perjalanan Bundo menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini dunia pers. Di usia 84, ia mengingatkan bahwa jurnalistik lebih dari kecepatan publikasi; ia tentang pengabdian, ketekunan, dan keberanian menyampaikan kebenaran kepada masyarakat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait