Ketum KBPP Polri Tekankan Soliditas Hadapi Tantangan Bangsa
Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri 2021–2026, Evita Nursanty, menegaskan pentingnya soliditas organisasi untuk menghadapi tantangan bangsa yang semakin kompleks. Pernyataan itu disampaikan pada Musyawarah Nasional (Munas) VI KBPP Polri, Jumat, 15 Mei 2026, di Jakarta Selatan. Evita menilai persatuan internal diperlukan agar KBPP Polri dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat dan menjadi mitra strategis Polri.
Soliditas sebagai visi dan arah organisasi
Dalam Munas bertema "Solid untuk Polri dan Negeri", Evita menegaskan kata solid menjadi bagian utama visi organisasi. Ia menjelaskan soliditas melampaui sekadar kekompakan; meliputi loyalitas dan kesamaan arah perjuangan.
"Hanya bangsa dan organisasi yang memiliki persatuan-kesatuan serta soliditas yang kokoh yang akan mampu bertahan, dan berkembang. Dengan itu dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara,"
Lebih lanjut, Evita menyatakan tujuan organisasi adalah meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus mendukung misi Polri. Ia menekankan KBPP Polri tidak boleh menjadi organisasi seremonial semata, melainkan harus hadir secara nyata di tengah masyarakat.
Ancaman digital: disinformasi dan perpecahan sosial
Evita menyoroti percepatan teknologi digital yang mengubah pola komunikasi dan kehidupan publik. Menurutnya, kemajuan ini juga membawa risiko serius berupa disinformasi, hoaks, dan polarisasi.
"Benar-benar sekarang ini kita sudah tidak tahu lagi mana berita yang benar, mana yang tidak benar. Intoleransi, radikalisme, konflik sosial, hingga tantangan kekinian yang menguji kita semua,"
Karena itu, KBPP Polri diminta bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Transformasi ini penting agar organisasi tetap relevan dan efektif dalam menghadapi dinamika informasi serta menjaga stabilitas sosial.
Peran KBPP Polri bagi bangsa dan Polri
Evita mendesak KBPP Polri hadir sebagai perekat kebangsaan dan bagian dari solusi nasional. Ia menekankan peran organisasi sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara.
Beberapa poin kunci yang disoroti dalam pidatonya antara lain:
- Memperkuat kesatuan dan loyalitas internal.
- Meningkatkan peran sosial di tingkat masyarakat.
- Menyesuaikan fungsi organisasi dengan perkembangan teknologi dan informasi.
Evita juga menegaskan pentingnya aksi nyata.
kata dia, menutup arah kebijakan organisasi untuk periode mendatang."Kita harus terus bertransformasi. Kita harus terus menyesuaikan diri dengan peran nyata,"
Implikasi dan langkah ke depan
Pernyataan Ketum KBPP Polri ini menempatkan soliditas sebagai prioritas strategis organisasi. Ke depan, langkah konkret berupa program pembinaan anggota, literasi digital, dan kerja sama dengan Polri akan menjadi penentu efektivitas peran KBPP Polri dalam menjaga stabilitas dan merespons tantangan nasional.
Dengan memperkuat internal dan menyesuaikan diri pada era digital, KBPP Polri diharapkan mampu memenuhi dua tujuan sekaligus: melindungi nilai-nilai kebangsaan dan mendukung tugas negara dalam menjaga keamanan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BNPB: Jangan Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla
BNPB minta negara tetangga tak saling menyalahkan soal asap karhutla dan dorong kerja sama untuk pengendalia...
DPR Minta Dana Rekonstruksi Faskes di Manggarai Pasca Gempa
Komisi IX DPR minta alokasi anggaran rekonstruksi faskes di Manggarai pascagempa 21 Agustus 2026; 384 fasili...
Anak Muda Bandung Perkuat Gerakan Selamatkan Pangan
35 pemuda Bandung ikuti pelatihan penyelamatan pangan bersama Hareudang Bandung untuk kurangi pemborosan dan...
KLH Minta Swasta Bangun Sekat Kanal Atasi Karhutla Gambut Kalbar
KLH minta perusahaan swasta bangun sekat kanal di konsesi untuk atasi kebakaran lahan gambut Kalbar dan memp...
BULOG Siapkan Stok Beras Antisipasi Perpanjangan Darurat Gempa NTT
BULOG menyiapkan stok beras hingga 18.500 ton untuk mengantisipasi perpanjangan tanggap darurat gempa di NTT...
Kemensos Salurkan Rp15 Juta untuk 13 Ahli Waris Korban Gempa Nagekeo
Kemensos menyerahkan santunan Rp15 juta kepada 13 ahli waris korban gempa Nagekeo di Posko Berdikari Danga p...