Romo Deo: Tiga Makna Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus
Romo Yohanes Deodatus SJ menjelaskan tiga makna utama Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus saat memberi pengajaran di Gereja Katedral Jakarta, Kamis, 14 Mei 2026. Menurut Romo Deo, peringatan ini menandai pengutusan murid oleh Yesus, kehadiran Roh Kudus sebagai penuntun nurani, serta panggilan hidup bagi umat untuk menegakkan kasih dan keadilan.
Kenaikan sebagai momen pengutusan
Romo Deo mengingatkan bahwa Yesus tidak langsung naik ke surga setelah kebangkitan. Ia menampakkan diri selama 40 hari guna membimbing murid.
Dalam masa itu, Yesus memberikan wejangan, nasihat, pengampunan, dan kasih. Tujuannya jelas: menyiapkan para murid agar siap dikirim melanjutkan tugas perutusan Kristus.
“Saat-saat dimana Yesus itu memberikan wejangan, memberikan nasihat, tapi juga memberikan pengampunan dan kasih. Supaya apa?, supaya para murid itu siap untuk diutus,”
Roh Kudus sebagai peneguh hati nurani
Romo Deo menyatakan bahwa salah satu makna penting kenaikan adalah hadirnya Roh Kudus yang tinggal dalam hati setiap manusia. Ia memandang Roh Kudus sebagai kompas moral yang menjaga rasa keadilan dan kemanusiaan.
Menurutnya, ketika manusia mengabaikan suara Roh Kudus, hilang pula rasa empati dan keadilan. Ia mencontohkan peperangan dan tindakan menyakitkan antar sesama sebagai gejala kehilangan suara nurani tersebut.
“Artinya apa? Tidak ada rasa kemanusiaan dalam hatinya, tidak mendengarkan suara roh kudus dalam hati,” kata Romo Deo.
Tugas umat: membawa damai dan melindungi yang lemah
Romo Deo menegaskan bahwa umat Katolik diutus untuk meneruskan misi Yesus. Itu berarti membawa damai, mencintai orang kecil dan miskin, serta menjaga keutuhan ciptaan.
Ia mengajak jemaat untuk menerapkan nilai-nilai itu dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk konkret dari perayaan kenaikan.
Implikasi dari penjelasan Romo Deo adalah panggilan praktis: merawat sesama dan lingkungan sebagai perwujudan pengutusan Kristus dan tuntunan Roh Kudus. Peringatan Kenaikan bukan hanya mengenang peristiwa sejarah, melainkan dorongan aktif bagi umat untuk hidup berkeadilan dan penuh belas kasih.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KSOP Banten dan SAR Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda
KSOP Banten dan tim SAR gabungan mencari lima jurnalis hilang kontak di Selat Sunda sejak 7 September 2026 s...
Prabowo Janji Bonus Rp3 Miliar untuk Emas Asian Games 2026
Presiden Prabowo menjanjikan bonus Rp3 miliar bagi peraih emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan percepatan...
Polda Lampung Perluas Pencarian Wartawan Hilang di Selat Sunda
Polda Lampung memperluas operasi SAR untuk mencari lima wartawan dan tiga kru yang hilang di Selat Sunda hin...
Komdigi Tempuh Diplomasi Lintas Negara untuk Berantas Judi Online
Komdigi menempuh diplomasi lintas negara untuk memberantas judi online dan memperingatkan bahaya pinjol ileg...
SEAMEO RECFON Luncurkan 3 Dokumen Perkuat Gizi Anak Indonesia-ASEAN
SEAMEO RECFON meluncurkan dua policy brief dan satu laporan penelitian pada 9 Sep 2026 untuk memperkuat biom...
Prabowo Resmi Lepas Kontingen Indonesia ke Asian Games 2026
Presiden Prabowo melepas kontingen Indonesia ke Asian Games 2026 di Istana Negara; target pemerintah adalah...