Ekonomi

Kemenperin Dorong Transformasi Industri di BRICS PartNIR 2026

Bagikan:
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang di forum BRICS PartNIR 2026

Kementerian Perindustrian ikut aktif di BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2026 di Xiamen, Tiongkok untuk mempercepat transformasi industri nasional melalui digitalisasi, manufaktur cerdas, dan pengembangan industri hijau.

Kehadiran Indonesia di BRICS PartNIR 2026

Partisipasi Indonesia berlangsung pada forum tahun 2026 di Xiamen. Kemenperin menilai ajang ini sebagai peluang strategis untuk memperluas akses investasi dan teknologi.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan fokus pemerintah pada percepatan transformasi industri melalui kerja sama internasional.

"Indonesia memandang momentum ini sebagai peluang strategis untuk mempercepat transformasi industri nasional. Melalui penguatan manufaktur cerdas, digitalisasi industri, dan pengembangan industri hijau yang inklusif dan berkelanjutan,"

Fokus utama forum dan pembahasan teknologi

Forum menjadi wadah dialog antara negara-negara BRICS dan mitra tentang teknologi industri terbaru. Topik yang dibahas mencakup kecerdasan buatan hingga otomatisasi pabrik.

  • Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)
  • Big data dan analitik
  • Otomatisasi industri dan industrial robotics
  • Manufaktur cerdas dan digitalisasi
  • Inovasi digital berkelanjutan dan harmonisasi standar

Perkuat inovasi dan pengembangan SDM

Tri Supondy, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin, menekankan pentingnya konektivitas internasional untuk meningkatkan daya saing manufaktur.

"Sinergi antarnegara BRICS memiliki peran strategis agar transformasi industri dapat berjalan secara inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. Kemenperin melihat potensi besar pengembangan kerja sama di bidang Artificial Intelligence, Internet of Things, Big Data, industrial robotics, hingga digital standardization,"

Tri juga menyoroti perlunya harmonisasi standar digital dan penguatan kompetensi SDM sebagai prasyarat transformasi berbasis teknologi.

Program nasional yang didorong

Kemenperin menyebut beberapa program kunci yang mendukung Making Indonesia 4.0. Program itu meliputi pendampingan transformasi digital, pengembangan pusat kapabilitas industri 4.0, dan penguatan talenta industri.

Salah satu inisiatif yang terus diperluas adalah E-Smart IKM. Program ini telah membantu lebih dari 20 ribu pelaku Industri Kecil dan Menengah memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan usaha dan pemasaran.

  • Pendampingan transformasi digital untuk IKM
  • Pusat kapabilitas industri 4.0
  • Program pengembangan talenta dan Training of Trainers
  • Kolaborasi pendidikan digital dan platform pembelajaran bersama

Dampak dan prospek kerja sama

Melalui partisipasi di BRICS PartNIR 2026, Kemenperin berharap terjalin kolaborasi yang memperkuat investasi, inovasi, dan pertukaran pengetahuan. Sinergi ini diharapkan mempercepat transformasi industri yang cerdas, hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan memperkuat ekosistem digital dan kapasitas manusia, Indonesia berupaya meningkatkan daya saing manufaktur di panggung global.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait