Ketum KOWANI Tegaskan: Perjuangkan Kehormatan, Bukan Kepentingan
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Nannie Hadi Tjahjanto, menegaskan pada Kamis, 30 Juli 2026 di Jakarta bahwa perjuangan organisasi bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Pernyataan itu disampaikan untuk menegakkan kehormatan KOWANI, amanah Kongres XXVI, dan kedaulatan organisasi anggota melalui mekanisme organisasi dan jalur hukum konstitusional.
Dukungan publik dan respons
Nannie mengatakan belakangan ini makin banyak tokoh perempuan, organisasi anggota, dan pakar hukum yang memberikan dukungan kepada KOWANI. Menurutnya, perhatian dan dukungan tersebut memperlihatkan semangat bersama untuk menjaga marwah organisasi perempuan tertua di Indonesia.
"Yang kita perjuangkan bukan kepentingan pribadi dan bukan kepentingan kelompok tertentu. Yang kita perjuangkan adalah kehormatan KOWANI, amanah Kongres XXVI, konstitusi organisasi, serta masa depan Rumah Besar Organisasi Perempuan Indonesia," ujar Nannie.
Apresiasi atas masukan dan peran perempuan
Nannie menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang memberi masukan, baik berupa pendapat hukum, strategi komunikasi, maupun dukungan moral. Ia menilai setiap pemikiran menjadi energi positif yang memperkuat persatuan dan kepedulian perempuan Indonesia.
"Di tengah berbagai dinamika yang sedang kita hadapi, saya justru menyaksikan sesuatu yang sangat membahagiakan. Yaitu semakin banyak perempuan-perempuan hebat yang bangkit, peduli, dan terpanggil untuk bersama-sama menjaga, membela, dan menyelamatkan KOWANI," ucapnya.
Ajakan perkuat sinergi dan komunikasi
Ketua Umum mengajak seluruh organisasi anggota untuk memperkuat sinergi dan menjaga komunikasi melalui mekanisme organisasi serta jalur hukum yang konstitusional. Ia juga meminta agar informasi yang disampaikan ke publik bersifat benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menjelang 100 Tahun KOWANI
Menjelang peringatan 100 Tahun KOWANI, Nannie optimistis bahwa persatuan organisasi anggota menjadi kekuatan utama menghadapi berbagai tantangan. Ia menekankan semangat kebersamaan sebagai modal memperkuat pengabdian KOWANI bagi perempuan Indonesia, bangsa, dan negara.
"Mari kita satukan hati, satukan pikiran, satukan langkah, dan satukan ikhtiar. Jangan biarkan energi kita habis oleh perpecahan," kata ketum tersebut.
Penutup: Harapan ke depan
Nannie menutup pernyataannya dengan mengajak perempuan Indonesia terus memilih menjadi bagian solusi dan menjaga warisan organisasi. Ia berharap solidaritas ini menjadi fondasi kuat menyongsong abad kedua perjalanan KOWANI.
"Bersatu menjaga marwah, bersama menegakkan konstitusi, bersinergi membangun peradaban perempuan Indonesia. Menuju 100 Tahun KOWANI, kita jaga sejarahnya, kuatkan persatuannya, dan wariskan kehormatannya kepada generasi perempuan Indonesia yang akan datang," ujarnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
WWB Kembangkan Kredit Alternatif untuk UMKM Perempuan
WWB kembangkan kredit alternatif berbasis jejak digital untuk tingkatkan akses modal pelaku UMKM perempuan y...
Indonesia-Tunisia Perkuat Diplomasi Budaya melalui Film Sejarah
Indonesia dan Tunisia sepakat produksi film sejarah bersama untuk memperkuat diplomasi budaya dan membuka pe...
Pemerintah Integrasikan Koperasi Susu ke Program MBG
Pemerintah mengintegrasikan koperasi susu ke Program MBG dengan Perpres Koperasi Merah Putih dan dukungan mo...
Prabowo: Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang Jaga Identitas Bangsa
Presiden Prabowo meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang (30 Juli 2026) dan menegaskan pelestarian b...
LRT Jakarta Fase 1B Siap Operasi Agustus 2026 dengan 5 Stasiun Baru
LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai ditargetkan beroperasi Agustus 2026, menambah lima stasiun dan...
BMKG: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dan Lebih Lama
BMKG memperingatkan musim kemarau 2026 akan lebih kering dan lebih panjang karena El Nino yang diprediksi me...