Asap Selimuti Permukiman, Kebakaran TPA Jatiwaringin Masih Berlanjut
Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, masih berlangsung pada hari ketiga, Kamis, 2 Juli 2026. Api masih berkobar di beberapa titik, sementara asap pekat menyebar hingga permukiman warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kondisi lokasi dan upaya penanganan
Gunungan sampah di area TPA tampak menghitam setelah terbakar sejak Selasa, 30 Juni 2026. Hingga Kamis pagi, bara api masih terlihat di sejumlah titik sehingga berpotensi menyala kembali bila terpaan angin kuat.
Aktivitas bongkar muat armada pengangkut sampah ditangguhkan sementara. Sejumlah alat berat seperti ekskavator terparkir di area yang belum terdampak. Petugas pemadam kebakaran sempat menghentikan operasi untuk beristirahat di kantor UPT TPA Jatiwaringin sebelum melanjutkan penanganan di lapangan.
Di lokasi juga terlihat satu unit mobil pemantau kualitas udara milik kementerian lingkungan hidup yang dikerahkan untuk memantau tingkat polusi akibat kebakaran.
Asap menyebar mengikuti arah angin
Pagi itu kepulan asap bergerak mengikuti arah angin. Saat angin bertiup ke utara, asap menyebar hingga ke permukiman dan mengganggu aktivitas warga. Sedikitnya tiga kecamatan terdampak polusi udara akibat kebakaran, yaitu:
- Kecamatan Mauk
- Kecamatan Rajeg
- Kecamatan Sukadiri
Warga mengungsi dan keluhan kesehatan
Beberapa warga memilih mengungsi ke kantor desa karena kondisi udara memburuk pada Rabu malam, 1 Juli 2026. Warga Desa Tanjakan Mekar, yang berada di sisi barat TPA, melaporkan kepulan asap kerap mengarah ke permukiman mereka setiap sore hingga malam.
"Asapnya perih, ke dada juga sesak. Perihnya bukan main kalau asapnya sudah ke sini," ujar Sarnata, warga Desa Tanjakan Mekar.
Kondisi itu dinilai membahayakan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan. Banyak warga melaporkan gangguan saluran pernapasan.
Data kasus dan respons kesehatan
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 154 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang diduga terkait paparan asap kebakaran TPA. Mayoritas kasus terjadi pada balita dan ibu hamil yang tinggal di sekitar lokasi.
"Tadi kebetulan ada satu kasus, ibu hamil yang kita rujuk ke rumah sakit. Selain hamil, ada gangguan pernapasan, jadi kita rujuk ke rumah sakit," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi.
Petugas kesehatan terus memantau kondisi warga dan merujuk kasus berat ke fasilitas rumah sakit terdekat. Pihak berwenang juga mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah saat konsentrasi asap tinggi.
Ke depan, upaya pendinginan dan pemadaman di titik-titik bara akan dilanjutkan ketika kondisi memungkinkan. Pemantauan kualitas udara dan penanganan kesehatan warga diperkirakan berlangsung hingga kebakaran benar-benar padam dan risiko polusi menurun.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemendag Dorong Pemenuhan Hak Konsumen Terdampak Listrik
Kemendag mendorong pemenuhan hak konsumen terdampak gangguan pasokan listrik dan meminta informasi yang jela...
Korlantas Gelar Sertifikasi Instruktur Taksi Green SM di ISDC
Korlantas menggelar TOT dan Sertifikasi Instruktur Manajemen Safety Driving Taksi Green SM di ISDC Serpong,...
Komisi VI Minta Perumnas Jamin Legalitas Tanah Program 3 Juta Rumah
Komisi VI minta Perumnas menjamin legalitas pertanahan Program 3 Juta Rumah agar konsumen tidak tertelantark...
SFDA Cabut Larangan, Arab Saudi Buka Ekspor Udang Indonesia
SFDA mencabut penangguhan ekspor udang Indonesia sejak 24 Mei 2026, setelah langkah perbaikan dan inspeksi i...
Kunjungan Lukashenko ke Istana Merdeka Disambut Puluhan Siswa
Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko disambut puluhan siswa di Istana Merdeka, Jakarta, dalam kunjungan yan...
DPR Minta Kemenhub Susun Aturan Teknis Skema Bagi Hasil Ojol
DPR minta Kemenhub segera susun aturan teknis skema bagi hasil ojol 92/8 karena keluhan penurunan pendapatan...