Nasional

Said Iqbal Minta Danantara Perkuat Pembiayaan untuk Cegah PHK

Bagikan:
Pertemuan Said Iqbal di Wisma Danantara membahas pembiayaan perusahaan untuk cegah PHK

Penasihat Khusus Presiden

Peran Danantara dan Himbara

Said menekankan Danantara dapat bertindak melalui penyertaan modal langsung maupun mendorong akses kredit dari bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Skema itu ditujukan bagi perusahaan yang mengalami masalah likuiditas atau kekurangan modal kerja, namun masih layak secara bisnis.

"Semua pihak harus mendukung kebijakan Presiden Prabowo untuk menghindari terjadinya PHK. Danantara diharapkan mengambil peran sesuai tugasnya, baik melalui penyertaan modal maupun mendorong akses pembiayaan bagi perusahaan yang masih sehat," ujar Said.

Skema pembiayaan dan kriteria perusahaan

Menurut Said, dukungan tidak ditujukan pada perusahaan yang kehilangan prospek pasar. Penilaian kelayakan usaha menjadi syarat utama sebelum dana disalurkan. Dengan pendekatan ini, pembiayaan seharusnya menyelamatkan lapangan kerja secara efektif.

"Jangan sampai perusahaan dibantu, tetapi produknya tidak terserap pasar. Karena itu yang dilihat bukan hanya kebutuhan modal, tetapi juga kelayakan bisnisnya," ujarnya.

Target pendanaan dan dampak

Salah satu yang dibahas adalah kondisi PT Pabrik Kertas Indonesia (PT Pakerin) di Mojokerto. Said menyebut Danantara akan mendorong Himbara menyalurkan pinjaman modal kerja sekitar Rp400 miliar setelah penilaian keuangan dan kelayakan usaha.

Apabila pendanaan terealisasi, PT Pakerin berpotensi kembali mempekerjakan sekitar 2.700 pekerja, termasuk mantan karyawan yang sebelumnya terdampak PHK. Tambahan modal kerja diharapkan mengembalikan kegiatan produksi dan mempertahankan tenaga kerja yang masih ada.

Perusahaan tekstil yang diusulkan

Selain PT Pakerin, Said mengusulkan kajian pembiayaan untuk beberapa perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT). Nama yang disebut antara lain PT Ricky Garmen Exportindo dan PT Meyer. Kedua perusahaan itu dinilai masih memiliki peluang mendapatkan dukungan, bila memenuhi kriteria kelayakan.

Implikasi kebijakan

Langkah memperkuat pembiayaan melalui Danantara dan Himbara bertujuan menjaga kelangsungan lapangan kerja tanpa memberi subsidi pada usaha yang tidak berprospek. Jika diterapkan konsisten, skema ini dapat menjadi alternatif untuk menekan angka PHK sambil menjaga stabilitas sektor industri yang sehat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait