Kakorlantas Minta Jaga Marwah dan Citra Positif Polantas
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, meminta seluruh jajaran menjaga marwah dan citra positif Korps Lalu Lintas secara berkelanjutan melalui pelayanan publik profesional dan pendekatan humanis kepada masyarakat. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta pada 14 Mei 2026 sebagai bagian dari penegasan arahan Kapolri.
Arahan dan tujuan utama
Irjen Agus menekankan bahwa perbaikan citra Polantas harus terlihat pada layanan operasional dan administrasi. Tujuannya jelas: meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Korps Lalu Lintas Polri dan memperbaiki budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.
Bagaimana kita bisa menjaga marwah Polantas yang baik dan merubah wajah Polantas lebih baik. Pelayanan publik harus tercermin di bidang operasional maupun administrasi lainnya.
Pendekatan humanis dan respons masyarakat
Menurut Kakorlantas, transformasi wajah Polantas kini mengedepankan pendekatan humanis dibandingkan sekadar penindakan. Pendekatan ini sudah menunjukkan respons positif dari berbagai komunitas, termasuk pengemudi ojek online.
Saya merasakan pendekatan Polantas saat ini bukan menggunakan tilang. Pendekatan tersebut dilakukan menggunakan hati.
Dengan cara itu, Polantas berharap dapat membangun hubungan lebih baik dengan publik serta menyentuh aspek perilaku berlalu lintas secara langsung.
Tata kelola personel dan implementasi lapangan
Irjen Agus meminta agar seluruh Direktur Lalu Lintas mengelola personel secara profesional dan humanis. Pengelolaan ini mencakup pelatihan pelayanan, penguatan standar operasional, dan pengawasan administrasi untuk memastikan konsistensi layanan di seluruh daerah.
Beberapa langkah konkret yang disarankan antara lain:
- Pelatihan komunikasi humanis bagi personel lapangan.
- Peningkatan kualitas layanan administrasi lalu lintas.
- Pembangunan kemitraan strategis dengan komunitas masyarakat.
Dampak dan harapan ke depan
Kakorlantas berharap pendekatan ini dapat meningkatkan keamanan, keselamatan, serta ketertiban dan kelancaran lalu lintas di berbagai wilayah Indonesia. Penguatan komunikasi humanis dan kemitraan strategis dinilai krusial untuk menjaga citra positif Polri dan membangun kepercayaan publik jangka panjang.
Implikasinya adalah perlunya komitmen berkelanjutan dari seluruh jajaran Polantas untuk menerapkan layanan yang dekat dengan masyarakat, menyapa dengan hati, dan menunjukkan aksi nyata di lapangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menkomdigi Tekankan Kolaborasi untuk Pemberantasan Judol
Menkomdigi Meutya Hafid minta seluruh pihak bersinergi atasi konten judol; sebut 4,1 juta konten ditangani,...
Gempa M6,1 Guncang Sumba, Warga Kembali Beraktivitas
Warga Desa Perokonda, Kodi, Sumba Barat Daya, berangsur normal setelah gempa M6,1 pada 4 Okt 2026; 27 rumah...
Usulan Kursi DPRD DKI 180-220 Masuk Kajian Baleg
Baleg DPR RI mengkaji usulan DPRD DKI menambah kursi DPRD dari 106 menjadi 180-220 untuk memperbaiki rasio r...
Muhaimin Dorong Optimalisasi Fasilitas Publik dan Perumahan
Menko Muhaimin mendorong optimalisasi fasilitas publik dan perumahan di Bekasi (4 Okt 2026) untuk menggerakk...
Kemenko PM Dorong Perumahan Jadi Ruang Pemberdayaan UMKM
Kemenko PM mendorong kawasan perumahan jadi ruang pemberdayaan UMKM lewat pengelolaan fasilitas inklusif, du...
Minggu Pagi Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya
Gempa magnitudo 6,1 guncang Sumba Barat Daya, 4 Okt 2026 pukul 05.55 WIB; BMKG catat kedalaman 10 km dan nya...