Nasional

BRIN dan Rosatom Jajaki Pengembangan Teknologi Nuklir

Bagikan:
Pertemuan BRIN dan Rosatom membahas penjajakan teknologi nuklir di Indonesia

BRIN dan Rosatom melakukan penjajakan kerja sama pengembangan teknologi nuklir untuk kebutuhan energi dan non-energi pada pertemuan Kamis, 14 Mei 2026. Pertemuan dihadiri Direktur Jenderal Rosatom, Alexey Likachev, dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Arif Satria, setelah Likachev sebelumnya bertemu Presiden Prabowo Subianto. Tujuan utama adalah menyiapkan langkah implementasi nuklir berskala besar dengan koordinasi antarinstitusi yang kuat.

Penjajakan dan tujuan kerja sama

Menurut Arif Satria, BRIN mendapat tugas memimpin penjajakan teknis dan kelembagaan untuk memperdalam opsi teknologi nuklir. Fokus awal adalah menguatkan Kelompok Kerja Gabungan sebagai wadah penyiapan implementasi energi nuklir berskala besar. Penjajakan ini meliputi kajian teknis, regulasi, dan aspek sosial yang diperlukan sebelum pengambilan keputusan investasi.

Ruang lingkup teknologi yang dibahas

Ruang lingkup penjajakan yang dibahas mencakup beberapa bidang prioritas. Di antaranya pengembangan peta jalan, studi tapak, dan pemilihan teknologi reaktor. Selain itu, diskusi juga menyentuh pendalaman siklus bahan bakar nuklir.

  • Revitalisasi fasilitas riset, termasuk modernisasi reaktor riset GA Siwabessy di Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Serpong.
  • Pengembangan High Temperature Gas-Cooled Reactor (HTGR) untuk listrik, produksi hidrogen, dan desalinasi air.
  • Pengembangan radioisotop untuk aplikasi medis dan industri serta teknologi radiasi untuk bidang pangan.

Penguatan SDM dan pendekatan sosial

Arif menekankan bahwa pengembangan kapasitas manusia menjadi komponen penting. BRIN akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk program pendidikan dan pelatihan nuklir. Pendekatan ini diarahkan agar implementasi teknologi nuklir berjalan aman dan berkelanjutan.

Ini upaya komprehensif untuk mendalami berbagai opsi teknologi maju bagi masa depan, BRIN bertugas memastikan. Bahwa setiap langkah dalam penjajakan teknologi nuklir ini terkoordinasi dengan baik antar-instansi

Penguasaan teknologi nuklir memang mutlak, namun pelibatan disiplin ilmu sosial sangat krusial. Pendekatan sosiologis ini vital untuk memetakan tingkat penerimaan publik, memitigasi dampak sosial-ekonomi

Selain itu juga memastikan bahwa setiap tahap penjajakan energi nuklir di Indonesia berjalan secara transparan, aman, dan humanis

Langkah selanjutnya dan implikasi

Penjajakan yang berjalan progresif itu akan dilanjutkan dengan studi lebih rinci dan penyusunan peta jalan teknis. Jika lanjut, proses berikutnya mencakup penilaian tapak, pemilihan teknologi reaktor, dan pengembangan kapasitas SDM. Keberhasilan rencana ini tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada penerimaan publik dan tata kelola yang transparan.

Catatan: Kerja sama teknis antara Indonesia dan Rosatom telah terjalin sejak 2006, sehingga upaya saat ini dilihat sebagai kelanjutan dari hubungan historis tersebut.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!