IHSG Anjlok 3,54% ke 6.094, Tekanan Aturan Ekspor dan Rupiah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, turun 3,54% atau 223,559 poin ke level 6.094,94 di Bursa Efek Indonesia. Pelemahan disebabkan oleh tekanan domestik dari kebijakan ekspor dan koreksi nilai tukar rupiah, meski sentimen regional cenderung positif.
Pergerakan IHSG dan Data Perdagangan
IHSG dibuka pada level 6.366,48 dan sempat mencapai puncak intraday 6.378,81 sebelum berbalik arah dan menembus titik terendah di 6.080,95. Aktivitas perdagangan relatif tinggi dengan volume yang besar dan nilai transaksi signifikan.
| Keterangan | Angka |
|---|---|
| Volume transaksi | 34,935 miliar saham |
| Nilai transaksi | Rp17,678 triliun |
| Frekuensi perdagangan | 2.134.495 kali |
| Saham menguat | 88 |
| Saham melemah | 663 |
| Saham stagnan | 69 |
Sentimen Regional: Harapan Damai AS-Iran
Di level regional, bursa Asia justru bergerak cenderung menguat. Hal ini ditopang oleh kabar kemajuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang dianggap meredakan risiko geopolitik, termasuk potensi pembukaan kembali jalur Selat Hormuz.
"Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut menyampaikan bahwa negosiasi dengan Iran telah memasuki tahap akhir. Kondisi tersebut membantu meredakan kekhawatiran geopolitik dan memunculkan harapan pembukaan kembali Selat Hormuz yang strategis,"
Optimisme atas kemungkinan kesepakatan dinilai dapat menekan ekspektasi inflasi global dan memitigasi tekanan kenaikan suku bunga, tetapi efeknya belum kuat menahan tekanan di pasar domestik.
Tekanan Domestik: Kebijakan Ekspor
Tekanan utama di pasar saham datang dari kebijakan pemerintah yang memperketat mekanisme ekspor beberapa komoditas strategis. Aturan baru mengatur mekanisme satu eksportir milik negara untuk produk seperti minyak sawit, batu bara, dan ferroalloy.
"Dari dalam negeri, tekanan pasar muncul setelah Presiden Prabowo Subianto memperketat aturan ekspor sejumlah komoditas utama,"
Tujuan kebijakan adalah menekan praktik under-invoicing dan kebocoran pendapatan negara. Namun para pelaku pasar khawatir implementasinya dapat mengganggu kelancaran perdagangan dan menurunkan minat investor asing.
Nilai Tukar dan Kebijakan BI
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS menambah beban pasar. Tim analis menyebut langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan dinilai belum cukup meredam gejolak eksternal maupun memulihkan sentimen investor asing.
"Langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan dinilai belum cukup meredam gejolak eksternal maupun memulihkan sentimen investor asing terhadap pasar keuangan domestik,"
Agenda yang Dinantikan Pasar
Pelaku pasar juga menunggu hasil Quarterly Review FTSE Global Equity Index Series yang dijadwalkan rilis pada 22 Mei 2026. Keputusan penyedia indeks internasional ini berpotensi memengaruhi arus modal asing, likuiditas, dan volatilitas saham di pasar domestik.
Pasar kemungkinan akan tetap sensitif hingga implementasi kebijakan ekspor jelas dan dinamika nilai tukar mereda, sehingga investor menunggu sinyal lanjutan dari regulator dan data makro mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KAI Layani 1,30 Juta Penumpang Diskon Selama Libur Sekolah
KAI melayani 1.303.191 pelanggan tarif diskon 30% selama libur sekolah 20 Juni–5 Juli 2026, atau 37,8% dari...
OJK Apresiasi Dukungan Bank Jakarta untuk Ekonomi Kreatif DKI
OJK mengapresiasi peran Bank Jakarta dalam mendukung Program Pengembangan Ekonomi Daerah untuk memperkuat ek...
IASC Amankan Rp674 Miliar, Rp200 Miliar Dikembalikan ke Korban
IASC mengamankan Rp674 miliar dana kejahatan digital; Rp200 miliar telah dikembalikan. OJK catat 600.000 lap...
Tambang Diminta Jaga Pasokan dan Fiskal Menjelang 2026
Menjelang semester II-2026, pemerintah dan perusahaan tambang diminta menjaga pasokan domestik, menata produ...
OJK Perkuat Kolaborasi Cegah Penipuan Digital Lintas Negara
OJK menggandeng UNODC perkuat pertahanan terhadap penipuan digital lintas negara demi menjaga kepercayaan pu...
PINTU Gelar 'Trade for Glory 2026' Hadiah Rp150 Juta Token SPYX
PINTU meluncurkan kompetisi trading "Trade for Glory 2026" berhadiah Rp150 juta dalam token SPYX untuk menye...