KAI Perketat Keamanan Data, Face Recognition Jadi Pilihan Pelanggan
PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Kebijakan Perlindungan dan Keamanan Sistem
Perkuatan mencakup kebijakan pelindungan data, pengamanan infrastruktur TI, pengendalian akses, serta penanganan insiden siber untuk melindungi privasi pelanggan.
Perusahaan juga memberi informasi yang jelas kepada pelanggan tentang bagaimana data diproses dan digunakan dalam operasional layanan digital.
Face Recognition: Pilihan Pelanggan
Penggunaan Face Recognition hanya dilakukan atas dasar persetujuan pelanggan saat registrasi melalui Access by KAI, mesin check-in di stasiun, atau petugas Customer Service.
"Persetujuan pelanggan menjadi bagian penting dalam layanan Face Recognition. Pelanggan tetap dapat menggunakan mekanisme boarding lain yang tersedia apabila tidak mendaftarkan data wajahnya,"
pernyataan tersebut disampaikan oleh Anne Purba, Vice President Corporate Communication, pada 6 Agustus 2026.
Data yang dikumpulkan untuk fitur ini meliputi nama, Nomor Induk Kependudukan, dan foto wajah. Semua informasi disimpan dalam infrastruktur sistem KAI dan digunakan khusus untuk operasional Face Recognition Boarding Gate.
Setelah registrasi, data Face Recognition disimpan selama satu tahun dan akan dihapus secara otomatis ketika masa penyimpanan berakhir. Pelanggan dapat pula mengajukan penghapusan data lebih cepat melalui Access by KAI atau dengan menghubungi petugas Customer Service di stasiun.
Perkembangan Pengguna Access by KAI
Ekosistem digital KAI terlihat dari pertumbuhan pengguna Access by KAI. Hingga 30 Juni 2026, tercatat 30.449.049 pengguna terdaftar, dengan 9.058.935 pengguna aktif.
Jumlah unduhan aplikasi mencapai 41.011.320 kali secara kumulatif sampai periode yang sama.
Sepanjang Semester I 2026, aplikasi tersebut menangani 17.009.374 transaksi tiket untuk KA Utama dan KA Lokal. Angka ini setara dengan 76,34 persen dari total transaksi kedua layanan melalui seluruh kanal penjualan.
Dari sisi volume pelanggan, 24.544.468 penumpang KA Utama dan KA Lokal memperoleh tiket melalui Access by KAI pada Januari–Juni 2026, atau setara dengan 73,68 persen dari total volume pelanggan kedua layanan.
Layanan dan Fungsi Aplikasi
Menurut manajemen, tingginya penggunaan aplikasi menunjukkan layanan digital kini menjadi bagian penting dalam perjalanan pelanggan. Access by KAI dipakai untuk:
- mencari informasi jadwal;
- membeli dan membatalkan tiket;
- mengubah jadwal perjalanan;
- mengakses e-boarding pass;
- mendaftarkan Face Recognition;
- menggunakan layanan pendukung lain dalam ekosistem KAI Group.
Dengan data penggunaan dan kebijakan penyimpanan yang jelas, KAI menegaskan komitmennya menjaga kenyamanan dan privasi pengguna saat layanan digital terus berkembang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ruijie dan Telkom Siapkan Solusi Jaringan Berbasis AI
Ruijie dan Telkom bermitra kembangkan solusi jaringan berbasis AI untuk korporasi; klaim percepatan implemen...
Pemerintah Tunda Pajak Marketplace untuk Jaga Daya Beli
Pemerintah menunda pemungutan pajak marketplace per 1 Agustus 2026 untuk menjaga daya beli di tengah perlamb...
IRSE 2026: HIPPINDO Gelar Indonesia Retail Summit & Expo
HIPPINDO menggelar Indonesia Retail Summit & Expo 2026 pada 26-27 Agustus untuk memperkuat ekosistem ritel d...
Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.923 di Tengah Dinamika Geopolitik
Rupiah menguat tipis ke Rp17.923 pada 6 Agustus 2026, terdorong meredanya kekhawatiran pasokan minyak setela...
IHSG Turun 0,12% ke 6.343,71 pada 6 Agustus 2026
IHSG ditutup 6.343,71 pada 6 Agustus 2026, turun 0,12%; transaksi Rp18,06 triliun dan net sell asing Rp187,5...
Aset Keuangan Syariah Capai Rekor Rp3.131 T, OJK Catat Pertumbuhan
OJK: aset keuangan syariah mencapai Rp3.131,02 triliun pada 2025, naik 8,56% dan disertai perbaikan kualitas...