KAI Ajak Gunakan Kanal Resmi demi Keamanan Perjalanan
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengimbau pelanggan menggunakan seluruh kanal resmi untuk menjamin keamanan perjalanan selama lonjakan penumpang pada masa liburan. Imbauan itu disampaikan di Jakarta pada 28 Juni 2026 setelah perusahaan mencatat kenaikan jumlah penumpang yang signifikan. KAI menekankan peran Access by KAI, Contact Center, dan akun resmi media sosial untuk mencegah penyebaran informasi palsu dan kejahatan siber.
Lonjakan penumpang dan data pelayanan
KAI mencatat volume penumpang yang besar pada 2026. Sepanjang Januari sampai Mei 2026, perusahaan melayani 214.045.803 pelanggan. Angka ini menunjukkan permintaan perjalanan yang meningkat, terutama saat liburan sekolah.
Kanal digital resmi: akses, data, dan manfaat
Perusahaan mendorong penggunaan aplikasi Access by KAI sebagai kanal utama layanan digital. Hingga akhir Mei 2026, tercatat 29.870.864 pengguna terdaftar pada aplikasi tersebut. KAI menyebut aplikasi ini memudahkan perencanaan perjalanan dan akses layanan pendukung secara praktis.
"KAI menerima dan mengolah lebih dari 13 juta suara pelanggan dari berbagai kanal. Setiap masukan menjadi bahan penting untuk membaca kebutuhan masyarakat, memperbaiki layanan, dan merancang pengalaman perjalanan yang semakin nyaman," ujar Anne Purba, VP Corporate Communication KAI.
Transaksi, keamanan, dan imbauan anti-hoaks
Untuk tahun sebelumnya, platform digital KAI melayani 29.703.422 transaksi tiket sepanjang 2025. Seiring kecepatan pertukaran informasi, KAI meminta pelanggan tetap waspada terhadap modus kejahatan siber dan berita palsu.
Anne mengingatkan pentingnya mengecek informasi melalui kanal resmi. Ia menegaskan bahwa semakin banyak pelanggan menggunakan kanal resmi, ruang bagi informasi palsu akan semakin kecil.
"Di ruang digital, kecepatan informasi harus diikuti dengan kehati-hatian. Kami mengajak pelanggan untuk selalu mengecek kembali informasi perjalanan melalui kanal resmi KAI," kata Anne.
KAI merinci kanal resmi yang dapat dijadikan rujukan:
- Access by KAI (aplikasi resmi)
- Contact Center 121
- WhatsApp resmi KAI121 di 0811-2223-3121
- Media sosial @KAI121
Peningkatan fasilitas dan kepuasan pelanggan
Selain kanal digital, KAI terus memperbaiki fasilitas stasiun. Perusahaan merealisasikan 859 program kerja peningkatan fasilitas bagi pelanggan. Upaya ini bertujuan meningkatkan kenyamanan sejak perencanaan hingga perjalanan selesai.
"Kanal resmi adalah ruang aman bagi pelanggan untuk mendapatkan informasi perjalanan. Dengan menggunakan kanal resmi, pelanggan ikut menjaga perjalanan kereta api tetap tertib, aman, dan nyaman," ujar Wisnu Pramudya, EVP Corporate Secretary KAI.
KAI juga melaporkan nilai indeks kepuasan pelanggan sebesar 4,52 sepanjang 2025, sebagai tolok ukur layanan yang terus diperbaiki.
Dengan data operasional dan dorongan penggunaan kanal resmi, KAI berharap perjalanan masyarakat berlangsung lebih aman dan tertib. Penggunaan kanal resmi dan kewaspadaan pelanggan menjadi kunci untuk mengurangi risiko hoaks dan ancaman siber saat bepergian.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.
Kemenko Hilirisasi dan Energi Diharap Percepat Transisi Energi
Imaduddin Abdullah menilai pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Energi percepat transisi energi, hilirisasi, d...
Hilirisasi Nikel Dorong PNBP Capai Rp21 Triliun
Hilirisasi nikel mendorong ekspor USD6,54 miliar dan PNBP mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, namu...
Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Fluktuatif, Waspada Saat Beli
Harga emas dunia diperkirakan berfluktuasi tajam pekan depan karena pengaruh indeks dolar AS dan harga minya...
Indonesia Kuasai 0,9% Pasar Ekspor Bambu, Kemenperin Dorong Penguatan Hulu
Kemenperin sebut Indonesia kuasai 0,9% pasar ekspor bambu global; AKB 2026 digelar untuk perkuat pasokan dan...