KA Mutiara Selatan Layani 185.808 Penumpang hingga Mei 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan bahwa layanan KA Mutiara Selatan melayani 185.808 penumpang relasi Bandung–Surabaya Gubeng pulang pergi pada lima bulan pertama 2026, naik 8,50 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Laporan itu disampaikan pada 28 Juni 2026 sebagai bagian dari kinerja bulanan KAI.
Lonjakan penumpang dan capaian bulanan
KAI mencatat kenaikan sebanyak 14.555 penumpang di koridor selatan. Realisasi Januari–Mei 2026 mencapai 185.808 orang, dibandingkan 171.253 penumpang pada periode tahun lalu.
Manajemen mencatat pelayanan tertinggi terjadi pada Maret 2026 dengan total 39.672 penumpang, atau naik 43,62 persen dibanding Maret tahun sebelumnya yang tercatat 27.622 orang.
Rute, tujuan, dan karakter perjalanan
KA Mutiara Selatan menghubungkan Bandung dan Surabaya Gubeng melalui sejumlah kota penting di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Rute ini melayani berbagai kebutuhan perjalanan seperti keluarga, pendidikan, pekerjaan, wisata, dan kunjungan antarkota.
KA Mutiara Selatan memiliki karakter perjalanan yang khas. Layanan ini menghubungkan Bandung dan Surabaya Gubeng melalui kota-kota penting di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Pertumbuhan pelanggan pada lima bulan pertama 2026 menunjukkan bahwa KA Mutiara Selatan tetap relevan untuk perjalanan keluarga, pendidikan, pekerjaan, wisata, dan kunjungan antarkota.
Titik pemberhentian dan pola perjalanan
Layanan ini singgah di stasiun-stasiun besar seperti Bandung, Tasikmalaya, Yogyakarta, hingga Surabaya Gubeng. Setiap titik pemberhentian memiliki karakter penumpang dan kebutuhan layanan yang berbeda.
Masing-masing titik pemberhentian memiliki cerita dan kebutuhan pelanggan yang berbeda. Ada pelanggan yang naik dari Bandung menuju Yogyakarta untuk pendidikan, dari Priangan Timur menuju Surabaya untuk pekerjaan, atau dari Jawa Timur menuju Bandung untuk keluarga dan wisata. KAI terus menjaga layanan ini agar perjalanan pelanggan berlangsung aman, nyaman, dan tertib.
Data demografis dan dampak mobilitas
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik, total populasi di wilayah lintasan ini sekitar 135,88 juta jiwa. Jawa Barat menjadi provinsi terpadat di lintasan dengan 51,16 juta penduduk, diikuti Jawa Tengah dengan 38,57 juta.
Pergerakan wisatawan juga tinggi: perjalanan wisatawan nusantara menuju Jawa Timur pada 2025 mencapai 217,20 juta perjalanan, sementara Jawa Tengah mencatat 146,25 juta pergerakan.
Sejarah dan komitmen kelangsungan layanan
Kereta legendaris ini pertama kali beroperasi pada 17 Agustus 1972 dan kini melayani kelas eksekutif serta ekonomi premium. Manajemen mempertahankan nama dan tradisi layanan karena nilai historis dan fungsi mobilitasnya bagi lintas selatan Jawa.
KA Mutiara Selatan merupakan layanan yang memiliki nilai sejarah sekaligus fungsi mobilitas masa kini. Lebih dari lima dekade setelah pertama kali hadir, kereta api ini tetap menjadi pilihan pelanggan di lintas selatan Jawa. Tugas KAI adalah menjaga warisan layanan tersebut dengan standar keselamatan, kenyamanan, dan pelayanan yang terus ditingkatkan.
Dengan kenaikan volume penumpang dan pola perjalanan yang beragam, KAI berfokus menjaga standar layanan untuk mendukung mobilitas masyarakat antarkota di koridor selatan Jawa.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
DPR Dorong Pengembangan Kawasan Industri Merata di Luar Jawa
Anggota Komisi VII DPR mendorong RUU Kawasan Industri untuk memperluas pengembangan industri ke luar Jawa, m...
Pelanggan Stasiun Cepu Naik 22,9% Jan–Mei 2026
Stasiun Cepu melayani 281.706 penumpang Jan–Mei 2026, naik 22,90% dan mendorong konektivitas ekonomi Blora.
KA Kertanegara Layani 168.085 Penumpang Jan–Mei 2026
KA Kertanegara angkut 168.085 penumpang Jan–Mei 2026, naik 5,29% dari tahun lalu; layanan rute Malang–Purwok...
KAI: 987.851 Tiket Diskon Libur Sekolah Terpesan
KAI mencatat 987.851 tiket diskon libur sekolah telah dipesan; sisa 186.773 kursi tersedia dan total pergera...
Kebutuhan Cold Storage Meningkat, Peluang Bisnis Besar di RI
Permintaan cold storage di Indonesia melonjak; kebutuhan >5 juta m³ sementara kapasitas ~3 juta m³, membuka...
Permintaan Cold Storage Melonjak, Peluang Bisnis Besar di Indonesia
Kebutuhan cold storage di Indonesia meningkat pesat; pasar diproyeksi tumbuh 11,5% CAGR hingga 2030 dengan g...