Bobby Nasution Minta SMA/SMK/SLB Belajar dari Rumah karena Kabut Asap
ASAHAN — Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meminta seluruh bupati dan walikota di provinsi itu segera mengambil langkah antisipasi menyusul masuknya kabut asap ke wilayah Sumut. Ia mengimbau agar siswa SMA, SMK, dan SLB melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai Jumat, 16 Oktober, untuk melindungi kesehatan peserta didik.
Imbauan ini disampaikan Bobby saat peluncuran operasional bus perintis gratis bagi pelajar di halaman SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, Kamis (15/10). Ia menegaskan, meski pindah ke PJJ, kegiatan belajar mengajar tetap harus berlangsung.
PJJ untuk perlindungan kesehatan siswa
Bobby menjelaskan langkah PJJ diberlakukan untuk mengurangi paparan asap yang berpotensi memicu gangguan kesehatan pada anak-anak. Ia menegaskan bahwa kebijakan itu bukan libur, melainkan pengalihan metode pembelajaran agar proses pendidikan terus berjalan.
"Untuk SMA, SMK, dan SLB, mulai besok saya harapkan sudah melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Anak-anak tetap belajar dari rumah, bukan libur, karena kita harus melindungi anak-anak dari paparan kabut asap,"
Imbauan kepada pemerintah daerah dan masyarakat
Selain menginstruksikan PJJ, Bobby meminta kepala daerah memantau perkembangan kualitas udara di wilayah masing-masing. Ia menyoroti pentingnya edukasi publik untuk mengurangi paparan asap, terutama pada anak dan kelompok rentan.
Beberapa langkah perlindungan yang direkomendasikan meliputi pemantauan kualitas udara, pengurangan aktivitas di luar ruangan, dan penggunaan masker jika kondisi mendesak. Pemerintah daerah diharap menyesuaikan kebijakan berdasarkan kondisi lokal.
- Pantau kualitas udara secara berkala
- Kurangi aktivitas luar ruangan untuk anak-anak
- Gunakan masker sesuai kebutuhan
- Percepat sosialisasi langkah perlindungan kesehatan
Upaya penanganan dan koordinasi lintas-provinsi
Pemprov Sumut juga melakukan upaya teknis untuk mengurangi dampak kabut asap. Salah satu langkah yang telah dicoba adalah modifikasi cuaca untuk memicu hujan di daerah terdampak.
"Kita telah mencoba modifikasi cuaca di wilayah Kabupaten Samosir dan direncanakan untuk dilanjutkan di daerah lain,"
Selain itu, Pemprov Sumut menyatakan berkoordinasi dengan Pemprov Sumatera Selatan untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi pendukung dalam pengurangan asap. Koordinasi antarprovinsi diharapkan memperkuat respons penanganan.
Langkah selanjutnya
Pemerintah daerah diminta terus memantau situasi dan menyesuaikan kebijakan publik bila kondisi memburuk. Sementara itu, sekolah dan orang tua diharapkan menyiapkan fasilitas PJJ agar proses belajar tetap berjalan efektif selama masa antisipasi kabut asap.
Kontinjensi lebih lanjut akan bergantung pada perkembangan kualitas udara dan hasil upaya teknis yang sedang dijalankan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Kualanamu
Kabut asap Karhutla dari Sumatera Selatan dan Kalimantan diduga memicu 3 pembatalan dan 4 penundaan penerban...
Mediasi KPUM: Pengurus Klaim Tak Pernah Lihat Rekening, Anggota Mendesak Bukti
Mediasi KPUM di Medan: Ketua Umum mengaku belum melihat rekening koran, anggota minta bukti saldo sebelum RA...
LPPLU Medan Gelar Sosialisasi Tanaman Obat Keluarga untuk Lansia
LPPLU Medan menggelar sosialisasi tanaman obat keluarga pada 14 Oktober untuk meningkatkan kesehatan dan pot...
LAPK: Ancaman Darurat Asap, Kritik Keras atas Keterlambatan Pemerintah
LAPK peringatkan darurat asap saat El Niño, kecam keterlambatan pemerintah dan tuntut penegakan hukum serta...
Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Kualanamu
Kabut asap Karhutla dari Sumatera Selatan dan Kalimantan mengganggu penerbangan di Bandara Kualanamu, 3 diba...
Penundaan Eksekusi Lelang Tanah di Rantauprapat Bikin Pemenang Frustrasi
Pemenang lelang tanah 1.119 m2 di Rantauprapat belum bisa menguasai asetnya karena tiga kali eksekusi ditund...