Duta Wisata Aceh Besar: Hafiz Angkat Budaya dan Potensi Daerah
Aceh Besar — Muhammad Hafiz, pemuda 20 tahun asal Kecamatan Lhoknga yang menempuh studi Ilmu Hukum di UIN Ar-Raniry, menyatakan komitmennya sebagai Duta Wisata untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menjaga warisan budaya Aceh Besar. Menurut Hafiz, peran itu lebih dari sekadar selempang; ia melihatnya sebagai tanggung jawab moral untuk mempertahankan identitas dan nilai lokal.
Peran Duta Wisata menurut Hafiz
Hafiz menekankan bahwa promosi pariwisata tidak cukup hanya menunjukkan panorama alam. Di balik setiap destinasi, katanya, tersimpan cerita, tradisi, dan nilai kehidupan yang menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat. Ia menilai tugas Duta Wisata adalah menjaga agar elemen-elemen itu tetap hidup dan dikenal generasi mendatang.
Menjadi Duta Wisata bukan sekadar tentang selempang yang disandang, tetapi tentang tanggung jawab yang diperjuangkan.
Sebagai putra Lhoknga, Hafiz melihat tanggung jawab itu sebagai upaya kolektif. Ia mendorong agar pelibatan masyarakat lokal dan generasi muda menjadi fokus agar warisan budaya tidak hanya dipamerkan, tetapi juga dipahami dan dihargai oleh pengunjung.
Pesan untuk generasi muda
Hafiz mengajak anak muda untuk aktif mengambil peran melalui kreativitas, pengetahuan, dan kepedulian terhadap budaya lokal. Menurutnya, generasi muda bisa menjadi penghubung antara kekayaan daerah dan dunia luar tanpa mengorbankan jati diri komunitasnya.
Sebab pariwisata bukan hanya tentang ke mana kita pergi, tetapi tentang apa yang kita jaga dan tinggalkan.
Dengan pendekatan tersebut, Hafiz berharap pariwisata Aceh Besar berkembang secara berkelanjutan dan memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga nilai-nilai budaya yang unik.
Implikasi bagi pariwisata Aceh Besar
Fokus pada pelestarian budaya dan pemberdayaan generasi muda berpotensi meningkatkan kualitas pengalaman wisata. Selain itu, pendekatan ini dapat menguatkan citra Aceh Besar bukan hanya sebagai destinasi alam, tetapi juga sebagai daerah yang memprioritaskan identitas budaya dan keramahan masyarakat.
Melalui semangat seperti yang ditunjukkan Hafiz, harapan bagi perkembangan pariwisata di Aceh Besar adalah terciptanya keseimbangan antara promosi destinasi dan tanggung jawab menjaga warisan budaya untuk generasi berikutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Kualanamu
Kabut asap Karhutla dari Sumatera Selatan dan Kalimantan diduga memicu 3 pembatalan dan 4 penundaan penerban...
Mediasi KPUM: Pengurus Klaim Tak Pernah Lihat Rekening, Anggota Mendesak Bukti
Mediasi KPUM di Medan: Ketua Umum mengaku belum melihat rekening koran, anggota minta bukti saldo sebelum RA...
LPPLU Medan Gelar Sosialisasi Tanaman Obat Keluarga untuk Lansia
LPPLU Medan menggelar sosialisasi tanaman obat keluarga pada 14 Oktober untuk meningkatkan kesehatan dan pot...
LAPK: Ancaman Darurat Asap, Kritik Keras atas Keterlambatan Pemerintah
LAPK peringatkan darurat asap saat El Niño, kecam keterlambatan pemerintah dan tuntut penegakan hukum serta...
Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Kualanamu
Kabut asap Karhutla dari Sumatera Selatan dan Kalimantan mengganggu penerbangan di Bandara Kualanamu, 3 diba...
Penundaan Eksekusi Lelang Tanah di Rantauprapat Bikin Pemenang Frustrasi
Pemenang lelang tanah 1.119 m2 di Rantauprapat belum bisa menguasai asetnya karena tiga kali eksekusi ditund...