Tapanuli Sepakati Jalan Penghubung Rp19 Miliar di Perbatasan
Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu meninjau pembangunan jalan penghubung di Desa Hajoran, Kecamatan Parmonangan, Selasa (16/6/2026). Peninjauan ini bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur antara kedua kabupaten untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung perekonomian lokal.
Rincian anggaran dan panjang ruas
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan dana sebesar Rp19 miliar untuk proyek ini. Dana tersebut dibagi menjadi Rp10 miliar untuk Kabupaten Tapanuli Utara dan Rp9 miliar untuk Kabupaten Tapanuli Tengah.
Anggaran akan dipakai untuk perbaikan ruas jalan sepanjang sekitar 15 kilometer yang selama ini menjadi kebutuhan penting warga di kawasan perbatasan.
Peserta peninjauan dan kesepakatan lahan
Peninjauan dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta raja adat dari kedua kabupaten. Hadir pula para pemangku kepentingan setempat untuk membahas langkah teknis dan sosial terkait proyek.
- Pimpinan OPD kedua kabupaten
- Tokoh masyarakat setempat
- Raja adat: Raja Simargarap (Tapanuli Tengah) dan Raja Sihaporas (Tapanuli Utara)
Terkait pembebasan lahan, telah tercapai kesepakatan bersama antara tokoh masyarakat dan kedua raja adat. Pemerintah daerah berharap kesepakatan ini memperlancar proses pelaksanaan tanpa hambatan berarti.
Target tender dan jadwal pelaksanaan
Kedua bupati berharap proses tender dapat dimulai pada Juli 2026. Dengan demikian, pekerjaan fisik ditargetkan dapat diselesaikan sebelum akhir tahun.
Penentuan jadwal ini ditujukan agar perbaikan ruas sepanjang 15 kilometer segera memberi manfaat pada mobilitas warga dan distribusi barang di wilayah perbatasan.
Manfaat strategis dan harapan pemerintah
Bupati Jonius Hutabarat menilai jalan penghubung akan menjadi jalur alternatif strategis saat terjadi gangguan atau bencana pada jalur utama. Keberadaan ruas ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
"Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat ini," ujar Bupati Jonius Hutabarat.
Pemerintah kedua kabupaten menegaskan komitmen untuk mengawal proses pelaksanaan, termasuk penyelesaian pembebasan lahan dan percepatan administrasi, agar proyek berjalan lancar sesuai jadwal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Binjai Waspada Pancaroba: Dinkes dan BPBD Ingatkan Empat Penyakit
Dinkes dan BPBD Binjai mengimbau waspada selama pancaroba: antisipasi angin, banjir, serta empat penyakit um...
Wali Kota Pematangsiantar Pimpin HLM Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi
Wali Kota Wesly pimpin HLM TPID-TP2DD-TPAKD di BI Pematangsiantar untuk jaga inflasi, percepat ETPD, dan per...
Tokoh Subulussalam Sepakat Hidupkan Kembali OGLS Rundeng
Tokoh Subulussalam, Wali Kota, dan mantan pejabat sepakat menghidupkan kembali OGLS Rundeng untuk melestarik...
Hujan Deras dan Angin Kencang Rusak 120 Rumah di Medan Johor
Hujan deras dan angin kencang pada 18/8 merusak 120 rumah di Medan Johor; polisi turun tangan dan dirikan te...
Wakil Ketua PDI-P Desak Copot Kepala BGN Sumut Usai Keracunan MBG
Wakil Ketua PDI-P Sumut mendesak pencopotan Kepala BGN Sumut setelah ratusan siswa keracunan dalam program M...
Kejari Medan Terima Berkas Dugaan Penganiayaan Antonius Tumanggor
Kejari Medan menerima berkas dugaan penganiayaan terhadap anggota DPRD Antonius Tumanggor; berkas kini ditel...