Nasional

IPA Dukung Percepatan Produksi Migas, Tekankan Kepastian Hukum

Bagikan:
Pertemuan IPA dan pemerintah membahas percepatan produksi migas dan insentif hulu migas

Indonesian Petroleum Association (IPA) menyatakan dukungan pada agenda percepatan produksi migas pemerintah. Pernyataan itu disampaikan menyusul seruan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Kamis, 21 Mei 2026, agar pelaku usaha dan pemerintah memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan lifting.

Dukungan pemerintah dan insentif perpajakan

Menteri ESDM menegaskan sinergi antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan pemerintah menjadi kunci agar produksi berjalan lancar. Pemerintah juga berkomitmen memberi fasilitas insentif, termasuk perpajakan, untuk keberlangsungan proyek hulu migas.

Sudah ada berbagai upaya yang kami lakukan dalam melakukan reform, termasuk berbagai regulasi untuk melakukan percepatan. Saya minta kepada teman-teman SKK Migas kalau masih ada yang lambat tolong disampaikan

Bahlil menekankan bahwa fasilitas itu harus diberikan secara adil dan berdasarkan evaluasi kelayakan. Menurutnya, insentif pajak diberikan kepada KKKS yang memenuhi persyaratan Feasibility Study.

Memang ada fasilitas tax yang negara berikan. Tetapi itu diberikan kepada KKKS yang dianggap layak dan pantas secara Feasibility Study

Tiga fondasi kemitraan menurut IPA

President IPA Kathy Wu memaparkan ada tiga fondasi yang harus dijaga oleh pemerintah dan pelaku usaha untuk mempercepat produksi migas. Ketiga fondasi itu menyasar kepastian hukum, efisiensi waktu proyek, dan dorongan eksplorasi.

  • Kepastian hukum: menghormati ketentuan fiskal dan kontrak agar investor percaya dan modal tetap mengalir.
  • Percepatan siklus proyek: meminimalkan hambatan dan keterlambatan pada setiap tahap pengembangan proyek.
  • Eksplorasi aktif: meningkatkan kegiatan pengeboran untuk menemukan cadangan baru.

Ketika ketentuan fiskal dan kontrak dihormati secara konsisten, kepercayaan investor akan tumbuh, modal akan tetap masuk, dan proyek dapat berjalan maju

Tantangan eksplorasi dan prospek produksi

Kathy menyoroti bahwa proyek hulu migas bersifat padat modal dan berisiko tinggi, sehingga keputusan investasi biasanya untuk jangka panjang. Dia juga mengatakan Indonesia masih memiliki potensi cadangan yang besar jika eksplorasi digencarkan.

Indonesia masih memiliki potensi besar, di mana lebih dari 50 persen cekungan migas nasional belum dieksplorasi secara optimal

Untuk mewujudkan target produksi, Kathy menilai diperlukan kecepatan, koordinasi, dan keselarasan kebijakan di seluruh sistem. IPA menegaskan komitmen untuk mendukung serta berkolaborasi dengan pemerintah dan KKKS.

Dengan penekanan pada kepastian hukum, insentif terukur, serta peningkatan eksplorasi, langkah bersama ini diharapkan mempercepat realisasi target produksi energi nasional.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait