Industri Nonmigas Tumbuh 5,32%, Lampaui Ekonomi Nasional
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan industri pengolahan nonmigas (IPNM) tumbuh 5,32 persen pada triwulan II 2026, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,29 persen. Pernyataan itu disampaikan saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.
Pertumbuhan dan kontribusi IPNM
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dikutip Kementerian Perindustrian, IPNM menjadi sumber pertumbuhan terbesar perekonomian dengan kontribusi sebesar 0,97 poin persentase. Agus menekankan capaian ini penting karena mendongkrak laju ekonomi nasional.
"Bahwa pertumbuhan atau tumbuhnya 5,32 persen tahunan ini lebih tinggi. Dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,29 persen,"
Nilai tambah dan peringkat global
Nilai tambah manufaktur Indonesia juga meningkat. Mengutip data World Bank 2025, Manufacturing Value Added mencapai 275,61 miliar dolar AS, naik dari 265 miliar dolar AS pada 2024. Kenaikan ini mengangkat posisi Indonesia ke peringkat ke-12 dunia pada 2025, naik dari peringkat ke-13 sebelumnya.
"Untuk negara-negara di ASEAN tentu kita menjadi peringkat nomor satu tertinggi dalam penciptaan nilai tambah di manufaktur,"
Pasar domestik dan kapasitas produksi
Agus menyoroti penyerapan produk manufaktur di pasar domestik. Saat ini sekitar 78,4 persen output manufaktur diserap di dalam negeri, sementara 21,6 persen diekspor. Meski demikian, tingkat utilitas industri pengolahan nonmigas masih berada pada 64,8 persen dan perlu ditingkatkan.
"Utilitas IPNM masih pada angka 64,8 persen dan ini masih angka yang perlu kita tingkatkan. Kita perlu tingkatkan hingga kisaran minimal 70 persen atau lebih,"
Kebijakan untuk mengamankan pasar
Untuk memperkuat produksi dan menyerap output dalam negeri, Kementerian Perindustrian menerapkan sejumlah instrumen kebijakan. Langkah tersebut bertujuan menjaga pasar domestik sekaligus mendorong kualitas produk.
- SNI wajib
- TKDN dalam belanja produk dalam negeri
- Standar industri hijau
- Sertifikasi halal
"Kemenperin terus-menerus memperkuat pengamanan pasar dalam negeri melalui kebijakan-kebijakan. Seperti SNI wajib, penerapan TKDN dalam belanja produk dalam negeri, penerapan standar industri hijau serta sertifikasi halal,"
Statistik kunci
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Pertumbuhan IPNM (Triwulan II 2026) | 5,32% |
| Pertumbuhan ekonomi nasional | 5,29% |
| Kontribusi IPNM ke pertumbuhan | 0,97 poin |
| Manufacturing Value Added (2025) | 275,61 miliar USD |
| Utilitas industri | 64,8% |
| Penyerapan pasar domestik | 78,4% |
Dengan capaian ini, fokus berikutnya adalah meningkatkan utilitas pabrik serta memperkuat permintaan domestik untuk menopang pertumbuhan berkelanjutan. Penguatan kebijakan dan peningkatan kapasitas menjadi kunci agar industri manufaktur dapat terus berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...