Ekonomi

Kemenperin Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau

Bagikan:
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menjelaskan arah kebijakan industri 2027 di Kompleks Parlemen Senayan

Kementerian Perindustrian menetapkan arah pembangunan industri 2027 bertumpu pada hilirisasi, pengembangan industri hijau, dan perluasan ekspor untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing nasional.

Arah kebijakan dan target 2027

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan kebijakan itu saat membahas RKA-KL 2027 dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026). Kebijakan ini selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027.

Dalam RKP 2027 ditargetkan pertumbuhan ekonomi 5,8 persen, sementara sektor industri pengolahan ditargetkan tumbuh 5,86 persen—lebih tinggi dari target ekonomi. Untuk mencapainya, Kemenperin menekankan akselerasi hilirisasi, pengembangan industri bernilai tambah tinggi, dan transformasi menuju industri hijau.

Performa industri hingga triwulan II 2026

Kemenperin mencatat capaian positif sektor manufaktur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, industri pengolahan nonmigas (IPNM) tumbuh 5,32 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, sedikit di atas pertumbuhan ekonomi nasional 5,29 persen.

Kinerja manufaktur tercermin pula pada Manufacturing Value Added (MVA). Data World Bank 2025 menunjukkan nilai tambah manufaktur Indonesia mencapai 275,61 miliar dolar AS, dan posisi negara naik ke peringkat ke-12 dunia dari peringkat ke-13 pada 2024. Di tingkat ASEAN, Indonesia berada pada posisi teratas penciptaan nilai tambah manufaktur.

Tantangan utilitas dan kebutuhan pembiayaan

Meski berprestasi, kapasitas industri masih perlu peningkatan. Utilitas IPNM tercatat 64,8 persen, di bawah target ideal Kementerian yang minimal 70 persen. Untuk itu, Agus menegaskan perlunya dukungan kebijakan dan pembiayaan agar agenda dapat dilaksanakan optimal.

"Agenda-agenda ini membutuhkan dukungan. Baik itu kebijakan dan pembiayaan yang memadai agar semua bisa dilakukan atau dilaksanakan secara optimal,"

Implikasi dan langkah ke depan

Dengan sasaran pertumbuhan manufaktur yang lebih tinggi dari ekonomi, fokus pada hilirisasi dan industri hijau diharapkan mendorong penciptaan lapangan kerja serta peningkatan ekspor bernilai tambah. Realisasi target utilitas dan ketersediaan pembiayaan menjadi kunci agar manfaat kebijakan terasa luas.

Ke depan, Kemenperin perlu memadukan insentif fiskal, kemudahan investasi, dan program peningkatan kapasitas teknis agar transformasi industri berjalan cepat dan berkelanjutan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait