Pagu Kemenperin 2027 Turun 19,51% Jadi Rp2,01 Triliun
Kementerian Perindustrian memperoleh pagu anggaran 2027 sebesar Rp2,01 triliun, turun 19,51% atau Rp488,16 miliar dibanding pagu awal 2026. Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat pembahasan RKA-KL dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.
Penurunan berkelanjutan sejak 2023
Menteri Agus mencatat tren penurunan pagu Kementerian Perindustrian sejak 2023. Angka pagu tercatat Rp4,53 triliun pada 2023, kemudian menyusut menjadi Rp2,50 triliun pada 2026, dan kini menjadi Rp2,01 triliun untuk 2027.
"Pada tahun 2023 pagu Kementerian Perindustrian tercatat sebesar 4,53 triliun dan terus-menerus menurun hingga pada tahun 2026 tercatat 2,50 triliun. Dan pada tahun 2027 Kementerian Perindustrian memperoleh pagu sebesar 2,01 triliun atau turun 488,16 miliar,"
Target makro dan sektor manufaktur
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,8% dalam RKP 2027. Sektor industri pengolahan ditetapkan tumbuh lebih tinggi, yaitu 5,86%, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 21,5%.
"Dalam RKP 2027 pertumbuhan ekonomi ditargetkan 5,8 persen. Sedangkan pertumbuhan industri pengolahan atau manufaktur ditargetkan 5,86 persen atau di atas target pertumbuhan ekonomi,"
Rincian sumber anggaran 2027
Pagu 2027 mayoritas bersumber dari rupiah murni, tanpa tambahan alokasi baru. Rincian sumber anggaran adalah sebagai berikut:
| Sumber | Jumlah |
|---|---|
| Rupiah murni | Rp1,58 triliun |
| PNBP | Rp79,54 miliar |
| BLU | Rp315,69 miliar |
| SBSN | Rp34,63 miliar |
"Pada tahun 2027 pagu anggaran Kementerian Perindustrian tidak mendapatkan alokasi tambahan atau masih sama dengan pagu indikatif tahun 2027. Di mana pagu anggaran bersumber dari rupiah murni sebesar 1,58 triliun,"
Alokasi menurut jenis dan program
Berdasarkan jenis belanja, sebagian besar anggaran dialokasikan untuk belanja pegawai dan operasional. Rincian menurut jenis belanja:
| Jenis Belanja | Alokasi |
|---|---|
| Belanja pegawai | Rp1,119 triliun |
| Belanja operasional | Rp354,42 miliar |
| Belanja nonoperasional | Rp539,91 miliar |
Berdasarkan program, pagu terbagi menjadi tiga program utama:
- Program dukungan manajemen: Rp1,59 triliun
- Nilai tambah dan daya saing industri: Rp297,31 miliar
- Pendidikan dan pelatihan vokasi: Rp119,08 miliar
Dampak anggaran dan catatan Kemenperin
Menteri Agus menyoroti peningkatan porsi belanja operasional dasar, terutama belanja pegawai dan kebutuhan operasional pelaksanaan tugas. Kenaikan ini memangkas ruang anggaran untuk belanja nonoperasional yang biasa digunakan untuk program-program strategis.
"Porsi belanja operasional dasar khususnya belanja pegawai dan kebutuhan operasional pelaksanaan tugas dan fungsi cenderung meningkat. Konsekuensinya ruang anggaran untuk belanja non-operasional menjadi terbatas,"
Dengan target pertumbuhan ekonomi dan manufaktur yang menuntut akselerasi, Kementerian Perindustrian perlu menyesuaikan prioritas belanja agar capaian program tetap terjaga meski pagu menyusut.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...