Menteri UMKM Tetapkan Target 10 Juta Usaha lewat Prokesra
Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah Maman Abdurrahman menetapkan target agar 10 juta warga mampu berusaha melalui program Prokesra Produktif. Program ini direncanakan berjalan bertahap dari 2026 hingga 2029 dan dipaparkan saat Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian UMKM 2027 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.
Inti kebijakan dan sasaran
Prokesra Produktif bertujuan memperluas akses kerja dan kewirausahaan. Selain mendorong penciptaan usaha baru, program ini juga mengarah pada peningkatan formalitas usaha dan koneksi pasar digital. Target 10 juta orang menjadi tolok ukur capaian awal pada periode pelaksanaan tersebut.
Integrasi lintas kementerian
Kementerian UMKM telah mengonsolidasikan pelaksanaan Prokesra bersama hampir 20 kementerian dan lembaga dalam dua pekan terakhir. Integrasi layanan dimaksudkan untuk memperkuat akses legalitas, sertifikasi, dan peluang masuk ke pasar digital bagi pelaku usaha.
Sistem digital dan pendampingan
Untuk menyatukan data dan layanan, pemerintah akan menghubungkan pendataan pelaku usaha ke platform utama bernama SAPA UMKM. Skema pendampingan terpadu juga dirancang untuk menyerap tenaga kerja lokal, termasuk dalam pasokan program Makan Bergizi Gratis.
"Dan seperti yang sudah pernah kita bahas di rapat sebelumnya, saya tambahkan lagi, kami ada penugasan program yaitu Prokesra Produktif. Yang akan kita realisasikan di tahun 2026 sampai 2029, yaitu dengan target 10 juta masyarakat kita untuk bisa berusaha dan bekerja,"
— Maman Abdurrahman
Hambatan yang dihadapi
Maman menyoroti kendala klasik pelaku UMKM, seperti sulitnya mengakses sertifikasi dan pembiayaan perbankan resmi. Ia mengatakan penyederhanaan prosedur hukum dan integrasi pelatihan merupakan langkah kunci agar usaha mikro bisa naik kelas dan bersaing secara global.
"Artinya yang menjadi salah satu tantangan kita adalah bagaimana kita bisa mensinergikan, mengonsolidasikan, dan mengintegrasikan program-program..."
— Maman Abdurrahman
Program prioritas
Maman merincikan beberapa program prioritas yang diselaraskan sebagai bagian Prokesra Produktif. Fokusnya pada peningkatan akses pasar, legalitas, dan transformasi usaha nasional.
- SAPA UMKM sebagai platform data dan layanan utama;
- Prokesra Produktif untuk integrasi pelatihan dan penyerapan tenaga kerja;
- Bursa Wirausaha Unggulan untuk mempertemukan produk unggulan dengan pasar;
- Transformasi Usaha Nasional untuk skala dan daya saing yang terukur.
Penutup — implikasi ke depan
Implementasi Prokesra Produktif akan bergantung pada sinergi antarinstansi dan kesiapan platform digital. Jika terwujud, langkah ini berpotensi memperkuat rantai pasok lokal dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi dari basis usaha mikro. Pemerintah menegaskan komitmen memperluas kerja sama pemasaran bagi produk lokal untuk mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas di seluruh wilayah.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...