Ekonomi

IHSG Diprediksi Menguat, Berpeluang Uji Level 6.500 Hari Ini

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia menuju level 6.500

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak di zona positif pada perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia.

Analisis dari Tim Analis Phintraco Sekuritas menyatakan IHSG berpeluang menguat setelah penutupan akhir pekan lalu yang naik 1 persen ke level 6.409. Prediksi ini disampaikan pada Senin, 10 Agustus 2026.

Prediksi pergerakan dan level kunci

Tim analis memperkirakan IHSG akan bergerak dengan rentang support di sekitar 6.300 dan resistansi di level 6.500. Sepekan ke depan, mereka memproyeksikan indeks akan menguji level 6.500.

"Hari ini IHSG diprakirakan menguat dan bergerak di rentang 6.300 untuk level support dan 6.500 di level resistansi,"

Faktor eksternal yang memengaruhi sentimen

Beberapa katalis eksternal disebut mendorong optimisme pelaku pasar. Pertama, turunnya probabilitas kenaikan suku bunga the Fed menjadi faktor positif yang menurunkan tekanan aset berisiko.

Kedua, penguatan harga emas dan koreksi harga minyak turut menjadi katalis. Tim analis mencatat harga minyak mentah menguat sekitar 1 persen pada perdagangan Jumat lalu.

  • Harga emas mencapai level tertinggi tujuh pekan, sekitar USD4.336 per troy ons.
  • Pasar menunggu negosiasi antara AS, Iran, dan negara-negara Timur Tengah terkait akses ke Selat Hormuz.

"Termasuk penguatan harga emas dan koreksi harga minyak akan menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG,"

Data ekonomi AS dan implikasinya

Ekspektasi penahanan suku bunga oleh the Fed didorong oleh data tenaga kerja AS yang di bawah perkiraan. Non-Farm Payrolls (NFP) tercatat menunjukkan pengurangan 23 ribu lapangan kerja pada Juli 2026.

Calon rilis data AS berikutnya yang dipantau pelaku pasar meliputi Indeks Harga Konsumen (CPI), Indeks Harga Produsen (PPI), serta data penjualan ritel. Hasil data ini diperkirakan akan memengaruhi sentimen global dan aliran modal ke pasar saham Indonesia.

Agenda domestik dan rebalancing MSCI

Di dalam negeri, investor menantikan serangkaian data penting seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), penjualan ritel, serta angka penjualan sepeda motor dan mobil. Data ini akan menjadi bahan evaluasi kondisi permintaan domestik.

Selain itu, penyedia indeks global MSCI akan melakukan rebalancing pada 12 Agustus dengan perubahan efektif 31 Agustus 2026. Namun, menurut Tim Phintraco, MSCI masih mempertahankan kebijakan pembekuan penambahan saham baru dari Indonesia.

"MSCI masih mempertahankan pembekuan penambahan saham baru Indonesia."

Dampak dan prospek

Gabungan faktor eksternal dan domestik membuat prospek IHSG tetap tergantung pada perkembangan data ekonomi global dan rilis indikator domestik. Jika data domestik menunjukkan pemulihan permintaan, IHSG berpotensi meneruskan penguatan menuju area resistansi.

Pelaku pasar disarankan memantau rilis data AS dan keputusan rebalancing MSCI, karena keduanya dapat memicu volatilitas pada perdagangan mendatang.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait