Kemasan Menentukan Minat Konsumen dalam Tiga Detik
Made Dwi Kusuma Wijaya, Desainer Layanan Kemasan PLUT KUMKM Buleleng, menyatakan kemasan menjadi penentu utama minat konsumen dan harus mampu menarik perhatian dalam tiga detik. Pernyataan disampaikan pada Dialog UMKM Bicara Pro 1 RRI Singaraja, Senin, 3 Agustus 2026, dari Studio Pro 1 RRI Singaraja, Jalan Gajah Mada Nomor 144, Singaraja.
Mengapa tiga detik menentukan
Menurut Made Dwi, konsumen biasanya tidak membaca seluruh informasi pada kemasan. Mereka melakukan pemindaian cepat untuk memilih produk yang menarik.
'Yang pertama kan yang dilihat pertama oleh konsumen itu kemasannya. Kemasan produk yang menarik, yang mampu menarik perhatian konsumen.' — Made Dwi Kusuma Wijaya
Konsep tiga detik menggarisbawahi bahwa kesan pertama visual sangat menentukan keputusan pembelian awal.
Apa yang harus disampaikan kemasan
Desainer itu menekankan kemasan harus menjelaskan identitas produk dengan segera. Dalam waktu singkat, pembeli perlu memahami jenis produk, manfaat, dan variannya.
'Dalam waktu tiga detik itu produk harus menjelaskan ke konsumen ini produk apa, manfaatnya buat konsumen itu apa, dan yang ketiga variannya itu varian yang mana.' — Made Dwi Kusuma Wijaya
Elemen desain yang memperkuat daya tarik
Made Dwi menyebut beberapa elemen yang dapat memperkuat kesan pertama kemasan. Elemen ini membantu konsumen mengenali dan memilih produk lebih cepat.
- Warna kontras untuk menarik pandangan awal.
- Bentuk unik yang membedakan produk di rak.
- Kategori produk jelas sehingga konsumen langsung tahu jenisnya.
- Pesan utama yang menonjol agar manfaat produk langsung terlihat.
Implikasi bagi pelaku UMKM
Dalam persaingan pasar yang semakin ketat, pelaku UMKM perlu memprioritaskan desain kemasan. Kemasan bukan sekadar pelindung, melainkan alat komunikasi cepat yang menentukan daya tarik awal dan potensi penjualan.
Fokus pada identitas produk yang mudah dibaca dan elemen visual yang kuat dapat membantu produk menonjol dalam hitungan detik. Perbaikan kemasan menjadi langkah strategis bagi UMKM yang ingin meningkatkan respons konsumen dan peluang penjualan.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
IHSG Ditutup 6.036,89 pada 2 Okt 2026, Mayoritas Saham Melemah
IHSG ditutup di 6.036,89 pada 2 Okt 2026, turun 0,46%; mayoritas saham melemah dengan transaksi Rp11,79 tril...
IHSG Turun 0,32% ke 5.990 pada Jeda Perdagangan 2 Okt
IHSG sesi I turun 0,32% ke 5.990,20 pada 2 Oktober 2026. Volume tinggi dan tekanan jual mendominasi meski be...
IHSG Dibuka Menguat 0,14% ke 6.018,08, Sentimen Minyak & Inflasi Jadi Perhatian
IHSG dibuka menguat 0,14% ke 6.018,08 pada 2 Oktober 2026; sentimen minyak, inflasi, dan ketegangan geopolit...
Rupiah Menguat Dibuka, Risiko Tekanan dari Kenaikan Harga Minyak
Rupiah dibuka menguat ke Rp17.910 per dolar, namun berisiko melemah karena kenaikan harga minyak dan ketegan...
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...