IHSG Turun Tajam, Danantara Tegaskan Investasi Jangka Panjang
Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan strategi investasi perusahaan tetap berfokus pada prospek jangka panjang meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam pada 21 Mei 2026. Pernyataan itu disampaikan usai penurunan pasar yang dipicu oleh sentimen pembentukan BUMN eksportir dan keluarnya beberapa saham Indonesia dari indeks internasional.
Pergerakan IHSG pada 21 Mei 2026
IHSG ditutup anjlok 3,54 persen atau 223,559 poin ke level 6.094,94 pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026. Indeks dibuka di 6.366,48, sempat menyentuh tinggi 6.378,81, dan tertekan ke terendah 6.080,95.
| Indikator | Angka |
|---|---|
| Penutupan IHSG | 6.094,94 |
| Perubahan | -3,54% (-223,559 poin) |
| Volume transaksi | 34,935 miliar saham |
| Nilai transaksi | Rp17,678 triliun |
| Frekuensi | 2.134.495 kali |
| Saham menguat | 88 |
| Saham melemah | 663 |
| Saham stagnan | 69 |
Penyebab Tekanan Pasar
Rosan menyebut pergerakan pasar tidak hanya dipengaruhi satu faktor. Ia menilai ada kombinasi faktor teknikal dan persepsi yang menekan pasar, namun tetap optimistis terhadap daya tahan perekonomian Indonesia jangka menengah ke panjang.
"Ada faktor teknikal dan persepsi, tapi kalau kita lihat fundamentalnya, insyaAllah fundamental bagus. Yang penting secara menengah ke depannya, long run-nya, itu akan baik," Rosan Roeslani, di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Selain kebijakan pembentukan BUMN eksportir yang memicu kekhawatiran, pasar juga terdampak keputusan penyusunan indeks global. MSCI mencoret enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, yang menekan sentimen pelaku pasar domestik.
Sentimen Global dan Domestik
Analisis dari Pilarmas Investindo Sekuritas menunjukkan bursa regional justru cenderung menguat, didorong harapan negosiasi AS-Iran. Namun, sentimen positif itu belum mampu menopang IHSG.
"Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut menyampaikan bahwa negosiasi dengan Iran telah memasuki tahap akhir. Kondisi tersebut membantu meredakan kekhawatiran geopolitik dan memunculkan harapan pembukaan kembali Selat Hormuz yang strategis," kata tim analis Pilarmas, Kamis, 21 Mei 2026.
Di dalam negeri, ketatnya aturan ekspor sejumlah komoditas utama — termasuk minyak sawit, batu bara, dan ferroalloy — melalui mekanisme satu eksportir milik negara, dianggap menambah tekanan. Kebijakan ini bertujuan menutup praktik under-invoicing, tetapi investor khawatir terhadap gangguan operasional dan penurunan minat asing.
Tekanan juga datang dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Menurut Pilarmas, kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia dinilai belum cukup meredam guncangan eksternal maupun memulihkan sentimen investor asing.
Agenda yang Dipantau Pasar
Pelaku pasar juga menunggu Quarterly Review FTSE Global Equity Index Series yang dijadwalkan rilis pada 22 Mei 2026. Keputusan penyedia indeks internasional ini berpotensi memengaruhi arus modal asing, likuiditas, dan volatilitas saham di Bursa Efek Indonesia.
Secara keseluruhan, meski tekanan jangka pendek terasa kuat, manajemen Danantara dan beberapa analis menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap menjadi pondasi yang mendukung prospek pemulihan pada jangka menengah hingga panjang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...