Nasional

IHSG Dibuka Melemah di 6.511, Pilarmas Proyeksi Pelemahan Terbatas

Bagikan:

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2026, berada di level 6.511,10 atau turun 6,89 poin (0,11%). Bursa Efek Indonesia mencatat pergerakan awal pasar yang dipengaruhi sentimen teknikal, dengan Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan tekanan masih bersifat terbatas.

Rincian perdagangan awal

Perdagangan pagi mencatat IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.523,28 dan terendah 6.494,72. Aktivitas tercatat cukup aktif dengan volume sekitar 2,7 miliar saham dan nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,24 triliun.

Dari sisi saham, tercatat 313 emiten menguat, 162 melemah, dan 229 berada di posisi tidak berubah. Sebelumnya, pada penutupan Jumat, 28 Agustus 2026, IHSG berada di level 6.518, turun 3,63 poin atau 0,06 persen.

Kinerja sektor dan prospek teknikal

Pilarmas mencatat sektor finansial menjadi penguat terbesar/terbaik pada perdagangan sebelumnya dengan kenaikan sekitar 0,67%. Sebaliknya, sektor industri tercatat sebagai pelemahan terdalam, turun sekitar 1,41%.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas. Dengan support dan resistance 6.440-6.635," ujar Pilarmas dalam risetnya, Senin, 31 Agustus 2026.

Level 6.440 dan 6.635 menjadi acuan pergerakan jangka pendek menurut rumah sekuritas tersebut.

Isu pasar dan saham pantauan

Riset Pilarmas juga menyoroti sejumlah tema yang menjadi perhatian investor pada perdagangan hari ini, termasuk riset bertajuk "Pesan dari Warsh" dan "DHE SDA" yang dinilai dapat memengaruhi sentimen.

Untuk saham yang masuk dalam daftar pantauan, Pilarmas mencatat tiga emiten utama:

  • EMAS
  • ENRG
  • BBNI

Outlook

Secara keseluruhan, Pilarmas menilai tekanan pada IHSG bersifat terbatas dan pergerakan selanjutnya akan bergantung pada dinamika sentimen domestik dan global, serta respons investor terhadap berita dan data yang muncul sepanjang hari. Investor disarankan memantau level support 6.440 dan resistance 6.635 sebagai panduan risiko dan peluang perdagangan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait