BNPB Kebut Penyaluran Bantuan Gempa NTT, 1.954 Ton Terkirim
Pemerintah mempercepat distribusi bantuan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan total logistik yang dikirim mencapai 1.954 ton untuk periode 15–30 Agustus 2026. Pengiriman dilakukan melalui jalur udara, darat, dan laut agar kebutuhan pengungsi segera terpenuhi.
Jumlah dan sumber bantuan
BNPB merinci komposisi bantuan yang telah disalurkan. Sebagian merupakan donasi, sebagian berasal dari Dana Siap Pakai (DSP). Data yang disampaikan menyebutkan pembagian volume sesuai titik penyaluran.
"Logistik yang dikirimkan berasal dari sejumlah sumber, termasuk donasi dan Dana Siap Pakai (DSP). 565 ton bantuan berasal dari donasi, sementara 1.065 ton lainnya berasal dari DSP, disalurkan ke pos Maumere maupun Labuan Bajo,"
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan angka-angka tersebut dalam konferensi pers daring pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Moda pengiriman dan titik penyaluran
Untuk mempercepat logistik, BNPB memanfaatkan pesawat militer dan angkutan sipil. Pada 30 Agustus 2026, BNPB memberangkatkan bantuan melalui pesawat TNI AU Airbus A400 menuju Labuan Bajo.
"Hari ini kami sudah mengeluarkan sebanyak 21 ton. Kami memastikan bahwa seluruh kebutuhan para pengungsi atau penyintas dari gempa bumi ini akan terlayani dengan baik,"
Selain itu, logistik juga tiba di Bandara Labuan Bajo dan Bandara Maumere. Dari kedua bandara tersebut, bantuan dilanjutkan ke kabupaten dan desa terdampak.
Isi muatan dan distribusi lanjutan
BNPB menjelaskan jenis barang yang dikirim untuk memenuhi kebutuhan dasar penyintas. Muatan fokus pada bahan pangan, obat, dan kebutuhan khusus kelompok rentan.
"Adapun isi dari muatan dari Airbus ini adalah paket sembako, kebutuhan-kebutuhan masyarakat, obat-obatan, mi instan, air mineral, beras. Dan juga peralatan non makan seperti kebutuhan bayi dan wanita dewasa,"
Selain jalur udara, pengiriman dilanjutkan via darat dan laut. Saat ini, 145 ton bantuan bergerak dari Jakarta ke Surabaya lewat darat sebelum dikapalkan. Sementara itu, 179 ton lainnya sedang dalam pengiriman melalui kapal laut.
BNPB juga melaporkan masuknya tambahan logistik baru sebanyak 6,5 ton per 30 Agustus 2026. Barang ini akan dikirim bertahap ke wilayah terdampak.
Dampak dan langkah berikutnya
Skema pengiriman multi-jalur memperluas jangkauan bantuan sekaligus menjaga ketersediaan pasokan. Langkah ini penting mengingat kondisi akses yang berbeda-beda antar pulau dan kabupaten di NTT.
BNPB menegaskan pengiriman akan terus berjalan sampai kebutuhan dasar pengungsi stabil. Pemantauan distribusi tetap dilakukan untuk memastikan bantuan sampai ke penerima akhir.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Komisi III: 13 Jenis Kejahatan Diusulkan Masuk RUU Perampasan Aset
Komisi III DPR sebut 13 jenis tindak pidana diusulkan masuk RUU Perampasan Aset; publik khawatir aturan bisa...
KPU Lantik 4 Pejabat Eselon I untuk Perkuat Kinerja Setjen
KPU melantik empat Pejabat Eselon I pada 26 Agustus 2026 untuk memperkuat kinerja Setjen dan tata kelola adm...
Menko Muhaimin: Pesantren Harus Kuasai AI dan Ekonomi Digital
Menko Muhaimin mendorong pesantren kuasai AI dan ekonomi digital untuk memperkuat pendidikan serta kemandiri...
Kemenekraf Perkuat Pelaku Ekraf Aceh Tamiang Pascabencana
Kemenekraf dan BSI beri literasi, pendampingan, pembiayaan relaksasi, dan modal Rp1 juta per pelaku untuk pe...
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU di Jombang
Presiden Prabowo bertolak ke Jombang untuk menutup Muktamar Ke-23 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakb...
Menteri PPPA: Anak Jangan Dilibatkan dalam Sengketa Sekolah Pamulang
Menteri PPPA Arifah Fauzi meminta anak tak dilibatkan dalam sengketa sekolah di Pamulang dan mengimbau agar...