Ekonomi

IHSG Melemah 3,76% di Sesi I, Rupiah dan Dana Asing Jadi Pemicu

Bagikan:
Grafik penurunan IHSG dan indikator pasar saham Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir sesi I, Senin, 18 Mei 2026. Indeks turun 3,76% ke posisi 6.470,34 setelah dibuka pada 6.628,97 dan sempat menyentuh tertinggi 6.631,28 serta terendah 6.398,78.

Aktivitas Perdagangan

Nilai transaksi hingga jeda siang mencapai Rp11,96 triliun dengan volume perdagangan sekitar 21,5 miliar lembar. Dari total saham yang diperdagangkan, 682 saham melemah, 84 menguat, dan 52 stagnan.

Pendorong Pelemahan

Penurunan indeks pada sesi pertama dipengaruhi oleh kombinasi arus keluar dana asing dan pelemahan kurs rupiah. Kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global akibat ketidakpastian geopolitik juga membebani sentimen pasar.

Komentar Pelaku Pasar

Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menyatakan bahwa penguatan dolar AS dan posisi rupiah membuat investor asing lebih berhati-hati.

"Penguatan dolar AS dan posisi rupiah saat ini membuat investor asing lebih berhati-hati terhadap aset emerging market."

Dia menambahkan bahwa investor ritel sebaiknya lebih selektif dan menerapkan pendekatan defensif.

"Di tengah kondisi tersebut, investor ritel disarankan lebih selektif dan defensive. Strategi buy on weakness secara bertahap dinilai menjadi pendekatan yang lebih aman dibanding pembelian agresif."

Sektor dan Saham Pembeban

Seluruh sektor tercatat melemah pada sesi ini. Tekanan terdalam datang dari sektor infrastruktur, barang baku, energi, dan teknologi. Pemberat utama indeks adalah saham Bank Central Asia (BBCA) yang turun sekitar 2,5% dan menyumbang pelemahan sebesar 14,05 poin pada IHSG.

Analisis Teknikal dan Prospek

Secara teknikal, level psikologis 6.900 disebut sedang diuji pasar. Jika tekanan jual dari investor asing berlanjut, peluang penurunan menuju area 6.600–6.700 masih terbuka. Investor disarankan memperhatikan perkembangan arah kebijakan suku bunga The Fed dan pergerakan nilai tukar rupiah sebagai indikator risiko pasar.

Pemantauan ketat terhadap arus modal dan data ekonomi global akan menentukan arah pasar pada sisa pekan ini.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait