Ekonomi

Indonesia Raih Posisi Teratas di Indeks Transparansi Belanja Pajak

Bagikan:
Ilustrasi laporan fiskal dan bendera Indonesia yang melambangkan transparansi belanja perpajakan

Indonesia naik ke puncak peringkat Global Tax Expenditures Transparency Index (GTETI), mengungguli 115 negara lain pada pemeringkatan terbaru. Keterangan ini disampaikan Kementerian Keuangan dalam pernyataan tertulis pada Senin, 18 Mei 2026.

Hasil dan sejarah peringkat

Menurut pernyataan resmi, Indonesia menempati posisi teratas dalam GTETI versi 2026 setelah mengalami kenaikan signifikan sejak peluncuran indeks itu. Sebelumnya, Indonesia berada di peringkat ke-15 pada 2023 dan naik ke peringkat ke-2 pada 2024.

"Posisi Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang konsisten sejak indeks tersebut pertama kali diluncurkan pada tahun 2023. Saat itu, Indonesia di peringkat ke-15, tahun 2024 naik ke peringkat ke-2, hingga tahun ini unggul di posisi teratas,"

Apa yang dinilai GTETI

GTETI adalah indeks komparatif pertama yang menilai praktik pelaporan insentif atau tax expenditure secara global. Pemeringkatan didasarkan pada keteraturan, kualitas, dan cakupan informasi laporan insentif perpajakan yang diterbitkan setiap negara.

Dampak bagi rumah tangga dan UMKM

Kementerian Keuangan menyatakan bahwa sebagian besar manfaat belanja perpajakan di Indonesia dinikmati oleh rumah tangga dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam laporan 2025, jumlah manfaat tersebut tercatat mencapai Rp389 triliun, atau lebih dari 70 persen dari total belanja perpajakan.

"Insentif tersebut diberikan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pokok. Seperti bahan makanan dan tempat tinggal, meringankan biaya pendidikan, kesehatan dan transportasi,"

Selain membantu kebutuhan dasar, insentif juga dikatakan berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Langkah Kemenkeu ke depan

Kementerian berencana memperkuat kualitas pelaporan belanja perpajakan melalui penyempurnaan format laporan, serta penguatan mekanisme monitoring dan evaluasi pemanfaatan kebijakan insentif. Tujuannya agar belanja perpajakan menjadi lebih terukur dan berdampak optimal terhadap perekonomian.

"Kemenkeu berkomitmen memperkuat kualitas transparansi belanja perpajakan sebagai bagian penting dari tata kelola fiskal yang sehat dan akuntabel,"

Konsekuensi dan prospek

Peningkatan peringkat di GTETI memberi pengakuan internasional terhadap upaya transparansi fiskal Indonesia. Ke depan, kualitas laporan insentif yang lebih baik diharapkan memperkuat akuntabilitas, membantu target sasaran kebijakan, dan mendukung iklim investasi yang lebih jelas.

Dengan langkah lanjutan dalam pelaporan dan evaluasi, pemerintah menargetkan agar manfaat belanja perpajakan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi rumah tangga serta pelaku usaha domestik.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!