BI: Utang Luar Negeri Triwulan I 2026 Tembus Rp7.627 T
Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Triwulan I 2026 sebesar USD433,4 miliar, setara Rp7.627,84 triliun dengan kurs Rp17.600 per dolar AS. Data yang dirilis Senin, 18 Mei 2026, menunjukkan pertumbuhan tahunan ULN sebesar 0,8%, sementara secara triwulanan turun 1,9%.
Rincian menurut sektor
Posisi ULN dipengaruhi oleh ULN pemerintah dan ULN swasta. ULN pemerintah tercatat USD214,7 miliar pada Triwulan I 2026, tumbuh 3,8% secara tahunan. Sedangkan ULN swasta mencapai USD191,4 miliar, mengalami kontraksi tahunan 1,8%.
| Keterangan | Nilai (USD miliar) | Perubahan YoY | Keterangan tambahan |
|---|---|---|---|
| Total ULN Triwulan I 2026 | 433,4 | +0,8% | Setara Rp7.627,84 T (kurs Rp17.600) |
| ULN Pemerintah | 214,7 | +3,8% | Didukung aliran modal pada SBN internasional |
| ULN Swasta | 191,4 | -1,8% | Turun dari USD194,2 miliar pada Triwulan IV 2025 |
| Rasio ULN terhadap PDB | 29,5% | Turun dari 30,0% pada Triwulan IV 2025 | |
| Porsi ULN Jangka Panjang | 85,4% | Dominasi instrumen jangka panjang | |
Faktor penurunan dan pendorong modal
Penurunan ULN swasta didorong oleh kontraksi pada kelompok peminjam lembaga keuangan dan perusahaan bukan lembaga keuangan. Secara tahunan, ULN lembaga keuangan menyusut 3,6% dan perusahaan nonkeuangan turun 1,3%. Hal ini menyebabkan penurunan total ULN dibandingkan Triwulan IV 2025.
Sementara itu, aliran modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional menjadi pendorong kenaikan ULN pemerintah. BI menilai aliran masuk ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.
Kondisi prudensial dan prospek
BI menegaskan kondisi ULN masih sehat karena pengelolaan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5%, dan porsi utang jangka panjang mencapai 85,4% dari total ULN—keduanya dinilai mendukung stabilitas makro.
Ke depan, BI menyatakan akan terus mengoptimalkan peran ULN untuk membiayai pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, sambil mengambil langkah untuk meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pertamina Perkuat Layanan Kesehatan dan Pemberdayaan di Jatim
Iriawan meninjau RS IHC Perkebunan Jember pada 2 Juli 2026 dan mendorong inovasi, profesionalisme, serta emp...
Harga Emas Pegadaian: Galeri24 & UBS Stabil per 3 Juli 2026
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian stabil per 3 Juli 2026, masing-masing Rp2.627.000 dan Rp2.639.000 p...
Rupiah Menguat Saat Pembukaan, Terpengaruh Data Ketenagakerjaan AS
Rupiah menguat ke Rp17.958 pada pembukaan perdagangan setelah data NFP AS lebih lemah, namun sentimen domest...
IHSG Menguat 1,07% ke 5.806,17 Saat Sesi I
IHSG dibuka menguat ke 5.806,17 pada 3 Juli 2026, terdorong data ketenagakerjaan AS dan mandat baru OJK.
Harga Emas Antam Naik Rp11.000, 1g Rp2.651.000
Emas Antam menguat 3 Juli 2026, naik Rp11.000/gram menjadi Rp2.651.000; lihat daftar harga per ukuran dan ca...
IHSG Diperkirakan Sideways Akhir Pekan, Asing Jual Rp23 Miliar
IHSG diperkirakan sideways akhir pekan di kisaran 5.650-5.87, meski asing mencatat net sell Rp23 miliar dan...