Kemendag Fasilitasi UMKM Tembus Pasar Buyer Asing Tujuh Negara
Kementerian Perdagangan memfasilitasi business networking yang mempertemukan tiga UMKM Indonesia dengan buyer asing dari tujuh negara, di Jakarta pada Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan ini digelar untuk membuka pasar internasional, memperkenalkan produk unggulan, serta menjajaki peluang kerja sama dan daya saing produk Indonesia.
Pertemuan business networking
Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan menyelenggarakan forum yang menghadirkan eksportir, perwakilan kedutaan, dan lembaga promosi perdagangan internasional. Tujuan utamanya ialah menjaring calon pembeli dari pasar luar negeri dan meningkatkan konektivitas antara eksportir serta buyer.
Business networking menghadirkan tiga UMKM dalam negeri serta perwakilan diplomatik dan lembaga promosi perdagangan internasional sebagai cara menjaring buyer asing. Upaya ini membuka peluang memperkenalkan produk berkualitas Indonesia serta mejajaki daya saing dan potensi pasarnya di luar negeri
Profil eksportir dan produk
Tiga pelaku usaha mempresentasikan produk unggulan mereka untuk pasar internasional. Setiap eksportir mendapat kesempatan memaparkan keunggulan dan potensi kerja sama perdagangan.
- Java Halu Coffee — memperkenalkan kopi specialty yang diolah sesuai standar pascapanen specialty coffee.
- Onuka Chocolate — mempromosikan cokelat berbahan kakao murni tanpa tambahan bahan buatan.
- PT Visio Eco Planter — menampilkan wadah hortikultura yang dirancang untuk tahan berbagai kondisi cuaca.
Setiap eksportir mendapat kesempatan untuk memaparkan keunggulan produk. Sekaligus mengeksplorasi kemungkinan kerja sama dagang dan potensi pasar di negara-negara mitra
Respons pelaku UMKM
Perwakilan Java Halu Coffee menyambut baik fasilitasi ini karena mempercepat akses pasar tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk riset dan penetrasi pasar sendiri.
Fasilitasi ini sangat efektif dan efisien. Jika pelaku usaha harus penetrasi dan riset pasar secara mandiri ke berbagai negara, tentu akan membutuhkan biaya yang besar
Perwakilan Onuka Chocolate berharap program serupa diselenggarakan lebih rutin, bahkan tidak hanya bulanan tetapi bisa menjadi agenda mingguan untuk memperkuat pengembangan ekspor UMKM.
Business networking ini sangat membantu kami, UMKM di Indonesia, yang ingin mengulik akses ke luar negeri. Saya berharap, kegiatan ini bisa lebih sering diadakan tidak hanya sebagai agenda bulanan, tetapi sebagai agenda mingguan
InaExport sebagai jembatan digital
Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional mengajak UMKM memanfaatkan platform digital InaExport. Platform ini dirancang untuk menghubungkan eksportir Indonesia dengan pasar internasional dan perwakilan perdagangan di luar negeri.
Kemendag menyatakan InaExport membantu meningkatkan visibilitas produk dan memperluas koneksi dengan calon buyer dari berbagai negara. Platform ini dapat diakses secara gratis melalui internet.
Platform InaExport merupakan salah satu instrumen utama kami dalam menghubungkan eksportir Indonesia dengan pasar internasional. Eksportir dapat meningkatkan visibilitas produk sekaligus terhubung dengan calon pembeli dari berbagai belahan dunia
Dampak dan prospek
Inisiatif ini diharapkan membuka peluang ekspor baru bagi UMKM dan mengurangi biaya penetrasi pasar. Ke depan, tindak lanjut yang lebih rutin dan sinergi dengan perwakilan perdagangan di luar negeri akan menentukan keberlanjutan akses pasar bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...
IHSG Diprakirakan Konsolidasi Menjelang Data Inflasi 1 Okt 2026
Pelaku pasar menunggu data inflasi BPS (1 Okt 2026); IHSG diperkirakan konsolidasi di kisaran 6.000-6.200 se...