HTM PRSU 2026 Dinilai Mahal, Pengunjung Banyak Putar Balik
Medan, Panitia Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 2026 menuai kritik karena harga tiket masuk (HTM) yang mencapai Rp35.000 hingga Rp75.000 per orang. Kebijakan ini membuat sejumlah calon pengunjung memilih pulang tanpa masuk arena pada Kamis (9/7), sehingga mempertanyakan klaim acara sebagai pesta rakyat yang inklusif.
HTM memicu pengunjung putar balik
Beberapa pengunjung mengaku kecewa dan tak sanggup membeli tiket ketika mengetahui tarif tertentu mencapai Rp75.000. Putra Pratama, salah satu calon pengunjung, menjelaskan kondisi ekonomi keluarga menjadi alasan utama banyak orang urungkan niat.
Hari ini ekonomi masyarakat sudah sulit, apalagi sekarang kita sedang memasuki tahun ajaran baru di mana banyak keperluan yang harus dibeli untuk perlengkapan sekolah anak-anak. Sudah seharusnyalah Pak Gubernur memikirkan kondisi masyarakatnya, ujar Putra.
Putra menambahkan bahwa ia menyaksikan banyak calon pengunjung pulang setelah mengetahui besaran tiket. Menurutnya, harga saat ini menjadi penghalang bagi warga berpenghasilan rendah.
Dampak pada UMKM dan tujuan edukasi PRSU
Panitia sempat menyatakan 75 persen konten PRSU berasal dari pelaku seni, budaya, dan UMKM Sumatera Utara. Namun realitas lapangan menunjukkan arena sepi berdampak pada penjualan peserta pameran. Sejumlah UMKM yang berharap mendapat keuntungan dari kerumunan jadi menanggung kerugian.
PRSU ke-50 menghadirkan paviliun dari 33 kabupaten/kota. Luas area dan padatnya jadwal membuat pengunjung hanya mampu mengunjungi empat hingga lima paviliun per kunjungan. Untuk melihat keseluruhan pameran, keluarga harus berulang kali datang, yang berarti menanggung HTM berulang kali.
Janji evaluasi panitia tanpa langkah konkret
Panitia menyatakan menyambut masukan terkait HTM dan akan melakukan evaluasi. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada pengumuman langkah nyata seperti peninjauan tarif, skema subsidi untuk keluarga atau pelajar, tiket terusan, maupun tenggat waktu implementasi evaluasi.
Putra berharap Gubernur Sumatera Utara turun tangan meninjau ulang tarif agar PRSU benar-benar dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dan tidak menjadi ajang yang menyingkirkan diakses kelompok berpenghasilan rendah.
Saya percaya, kalau harga tiketnya Rp20.000 saja, pasti jauh lebih banyak masyarakat yang datang. Pengunjung ramai, pedagang juga senang, semua sama-sama diuntungkan, kata Putra.
Tanpa kebijakan tarif yang lebih ramah, efeknya bukan hanya pada angka kunjungan, tetapi juga pada pendapatan pelaku UMKM dan tujuan PRSU sebagai wadah edukasi budaya yang merata bagi seluruh warga Sumatera Utara.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Wawali Sabang Hadiri HUT ke-27 Bireuen, Ajak Perkuat Kerja Sama Antar Daerah
Wawali Sabang Suradji Junus menghadiri HUT ke-27 Bireuen (12/10), menyampaikan harapan peningkatan pembangun...
Aceh Besar Dukung PKM UIN Ar-Raniry, 517 Mahasiswa Turun
Pemkab Aceh Besar bahas PKM UIN Ar-Raniry melibatkan 517 mahasiswa di Lhoknga dan Leupung, mulai 22 Oktober...
Bupati Aceh Besar Tekankan Pelestarian Bahasa Aceh di Festival 2026
Bupati Aceh Besar minta peran bersama menjaga bahasa Aceh dan mendorong perlindungan hak budaya seperti kuah...
Kecelakaan di Simalungun: 5 Luka, Ibu Hamil Alami Keguguran
Kecelakaan di Jalan Medan Km 20-21, Simalungun, menewaskan tidak ada korban jiwa; lima penumpang luka dan se...
Wesly Silalahi Hadiri Ibadah Utus-Sambut di GPIB Maranatha
Wali Kota Wesly Silalahi hadir dalam ibadah utus-sambut GPIB Maranatha, memberi penghargaan kepada pendeta l...
Alokasi Bantuan Bedah Rumah Sumut 2026 Melonjak Jadi 15.011 Unit
Pemprov Sumut meningkatkan alokasi bedah rumah 2026 menjadi 15.011 unit; pemda diminta segera lengkapi admin...