Hilirisasi Tembaga dan Emas di Gresik Buka 7.500 Lapangan Kerja
Proyek hilirisasi tembaga dan emas di KEK JIIPE Gresik resmi dimulai pada 14 Mei 2026 dan diproyeksikan menyerap hingga 7.500 tenaga kerja. Peletakan batu pertama dilakukan dalam seremoni hilirisasi nasional tahap II yang melibatkan sejumlah BUMN strategis. Proyek ini bertujuan memperkuat industri hilir nasional berbasis sumber daya mineral bernilai tambah.
Proyek dan kapasitas fasilitas
Fasilitas yang akan dibangun mencakup lini produksi brass mill dan brass cups dengan kapasitas 10.000 ton per tahun. Selain itu disiapkan pabrik manufaktur emas logam mulia dengan kapasitas sekitar 30 ton per tahun. Pembangunan menargetkan integrasi hulu-hilir guna meningkatkan nilai tambah komoditas mineral di dalam negeri.
Sinergi perusahaan dan ekosistem industri
Seremoni peletakan batu pertama digelar oleh Danantara bersama beberapa BUMN dan mitra strategis. Ekosistem industri melibatkan MIND ID, DEFEND ID, ANTAM, Freeport Indonesia, Pindad, dan Pelindo. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat alih teknologi dan rantai pasok bahan baku hingga produk akhir.
Penyerapan tenaga kerja dan dampak ekonomi
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memperkirakan proyek ini memberi dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja tidak hanya besar pada tahap konstruksi, tetapi juga berlanjut saat operasi dan pengembangan industri turunannya.
Mereka akan tersebar di berbagai lini, mulai dari pengolahan katoda tembaga menjadi pipa dan kawat hingga fasilitas bahan baku amunisi dan pengolahan emas
Kami sangat mensyukuri adanya keberpihakan afirmasi bagi masyarakat di wilayah Gresik dan Jawa Timur
Emil menilai hilirisasi industri di Gresik dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia setempat dan memperkuat pemerataan ekonomi di Jawa Timur. Proyek dipandang sebagai peluang untuk membangun kapasitas tenaga kerja terampil di sektor manufaktur berbasis mineral.
Prospek dan implikasi
Selain membuka lapangan kerja, KEK JIIPE Gresik dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan industri manufaktur berbasis mineral dan logam di Indonesia. Keberhasilan proyek ini akan menjadi tolok ukur dalam strategi hilirisasi nasional dan penguatan rantai nilai industri pertambangan.
Perkembangan selanjutnya akan mempengaruhi penyerapan tenaga kerja, investasi pendukung, dan kebijakan pengembangan industri hilir di tingkat provinsi maupun nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...
IHSG Diprakirakan Konsolidasi Menjelang Data Inflasi 1 Okt 2026
Pelaku pasar menunggu data inflasi BPS (1 Okt 2026); IHSG diperkirakan konsolidasi di kisaran 6.000-6.200 se...
Rupiah Menguat ke Rp17.894 Didukung Komitmen BI dan Harapan AS-Iran
Rupiah ditutup menguat 0,48% ke Rp17.894 per dolar AS, didorong pernyataan BI soal instrumen stabilisasi dan...